Di Mimika, Ratusan Guru Honor Ancam Mogok Mengajar Satu Semester

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Di Mimika,  Ratusan Guru Honor Ancam Mogok Mengajar Satu Semester
Para Guru Saat Berkumpul Di Lapangan Timika Indah- (Foto : Irsul/SP)

TIMIKA –  Ratusan Guru Honor dilingkup Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, (Dispendasbud)  Mimika mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar mulai Senin 24 Juli 2017  selama satu semester jika uang insentif mereka tak kunjung dibayarkan.

Pernyataan ini dilontarkan Ketua Solidaritas Guru se-Kabupaten Mimika,  Alexander Rahawarin dihadapan ratusan guru SD dan SMP yang tersebar disejumlah sekolah di Mimika, saat berkumpul di Lapangan Timika Indah,  Jalan Budi Utomo,  Jumat (21/7/2017) sore.

“Semua guru yang bertugas pada sekolah-sekolah di  pedalaman dan pesisir untuk tidak kembali bertugas selama satu semester jika insentif tidak segera dicairkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain wilayah pedalaman dan pesisir,  kata dia,  mereka juga akan menyisir sekolah-sekolah di dalam Kota Timika untuk meminta guru honor tidak mengajar sementara.

“Kami akan stag, kami akan  periksa-periksa sekolah dalam kota di bawah Dinas Pendidikan Dasar.  Kami akan periksa untuk  tidak buka sekolah,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini guru honor selalu mengabdikan dirinya dengan penuh tanggungjawab mengajar demi masa depan anak-anak di daerah ini. Namun, sampai saat ini nasib  guru honor sungguh sangat memprihatinkan.

Berbeda dengan guru yang statusnya PNS. Diakui dia,  justru ada oknum guru PNS yang berada di wilayah pedalaman dan pesisir  yang dua sampai tiga tahun tidak pernah bertugas tapi tetap mendapatkan tunjangan.

“Guru-guru PNS tidak melaksanakan tugas, tetapi terima berbagai tunjangan. Sementara kami yang lain hanya berharap pada insentif itu,” keluhnya.

Untuk itu,  ia berharap,  ada sejumlah pihak yang dapat membantu para guru honor ini,  sehingga uang insentif mereka bisa terbayarkan oleh Pemkab Mimika melalui  Dispendasbud.

“Kami sangat berharap kepada parah tokoh dan pemerhati pendidikan untuk bisa membantu kami,” harapnya.

Sebelumnya,  pada Tanggal 16 dan 22 Juni 2017, ratusan guru honor ini telah melakukan aksi unjuk   rasa guna menuntut agar Kepala Dispendasbud  segera membayar insentif semester II yang belum mereka terima. Aksi yang berlangsung di Kantor Dispendasbud,  Jalan Poros SP 3, berujung pada penyegelan kantor tersebut.

“APBD telah ditetapkan, DPA masing-masing SKPD sudah diserahkan. Sekarang kami tagih janji kepala Dispendasbud Jeni O Usmanny yang berjanji akan membayar setelah APBD ditetapkan,” kata ketua solidaritas guru Kabupaten Mimika ketika itu.

Kabid Program Dispendasbud, Stanis yang menemui massa menyampaikan bahwa, Kepala Dispendasbud menyatakan  tidak akan membayar insentif guru honor lantaran tidak ada alokasi untuk pembayaran insentif dalam DPA Dispendasbud 2017.

“Permendiknas 12 tahun 2017 tentang pembayaran TPP termasuk insentif guru honor merupakan alasan usulan pembayaran insentif tidak diakomodir dalam DPA,” kata Stanis ketika itu.(IPA)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga