Kadispendasbud Siap Hadapi Laporan Guru Honor

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kadispendasbud Siap Hadapi Laporan Guru Honor
Jenny O. Usmani – Foto : CFG

TIMIKA | Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenny O Usmani siap menghadapi laporan Ketua Solidaritas Guru Kabupaten Mimika, Alexander Rahawarin, yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana anggaran insentif guru honor.

“Sikap saya, yang benar pasti benar. Dan siap hadapi proses hukum yang ada. Karena keadilan itu milik Tuhan,” kata Jenny O Usmani saat ditemui Wartawan di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (28/7/17).

Jenny mengatakan, masalah anggaran ini pihaknya harus berhati-hati, karena menyangkut keuangan negara. Sehingga harus berpatokan kepada aturan yang ada, bukan kebiasaan seperti 2016 insentif guru honor dimasukkan ke rekening masing-masing guru penerima. Termasuk guru yang melakukan demo.

“Semua orang boleh bicara, tapi keadilan milik Tuhan. Karenanya, saya akan memberikan kepada orang yang berhak,”tuturnya.

Menyangkut verifikasi data guru honor. Jenny menjelaskan, itu urusan internal pemerintah daerah, karena, menyangkut keuangan negara selalu diaudit mulai perencanaan sampai pencarian.

“Saya tidak ada niat untuk menahan uang dan sebagainya. Namun uang-uang tersebut akan dibayarkan pada yang berhak,”ungkapnya.

Sebelumnya, Alexander mengemukakan, bahwa Kadispendasbud Jenny Usmani selama menjabat telah membayarkan insentif dua kali, yaitu pada semester I dan II tahun anggaran 2016 kepada 600an guru honor.

Ironisnya menurut Alex, Jenny kini menyebut  keberadaan guru honorer tersebut illegal. Artinya, Jenny selaku Kadispendasbud telah memberikan tunjangan kepada ratusan guru yang disebutnya illegal itu. 

“Dia tuding kami sebagai guru illegal tapi kok pernah bayar kami dua kali. Artinya pembayaran dua kali itu dia membayar guru illegal,” ujar Alex yang juga Koordinator aksi demo guru honor. 

Dia mengaku telah mengecek Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dinas dan menemukan nilai anggaran untuk pembayaran insentif guru honor sebesar Rp47 miliar. Nilai tersebut, katanya, sama dengan tahun anggaran 2016 lalu. 

“Saya sudah cek dalam DPA tahun ini tetap dianggarkan 47 miliar. Masih sama tahun lalu karena masih menggunakan APBD 2016. Bahkan tahun lalu, banyak sisa anggaran,” ujarnya. 

Karena itu, dalam laporannya ke Polisi Alex telah menyertakan 14 dokumen terjilid berisi data pembayaran dana insentif guru honorer di lingkungan Dispendasbud Mimika, sebagai bahan untuk menindak lanjuti laporan ini. 

“Termasuk semua pernyataan kepala dinas (Jenny Usmani). Silakan dia nanti buktikan kebenaran pernyataannya itu di Polres,” kata Alex. 

Sebelumnya, ratusan guru honor telah menggelar unjuk rasa menuntut insentif di Kantor Dispendasbud Mimika, di Kompleks Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (24/7) lalu. Mereka bahkan menggembok kantor dinas tersebut. (mjo/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga