LPMAK dan Disdik Mimika Bahas Pendidikan di Banti

LPMAK dan Disdik Mimika Bahas Pendidikan di Banti
Suasana pertemuan antara LPMAK dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika di Hotel Grand Mozza

TIMIKA | Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) dan Dinas Pendidikan Dasar Mimika melakukan pertemuan membahas pendidikan di Banti, Distrik Tembapura, Jumat (27/7).

Pertemuan yang dilakukan ini menyusul tidak adanya aktivitas belajar mengajar di Kampung Banti pasca sekolah yang dibangun LPMAK dibakar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pada Maret lalu. 

Pertemuan berlangsung di Hotel Grand Mozza dengan dihadiri Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang dan para kepala bidang pada dinas pendidikan. 

"Seyogyanya dihadiri Kepala Disdik Jeny O Usmani, namun karena beliau ada kegiatan lain, jadi hanya dihadiri kepala bidang," kata Sekretaris Eksekutif LPMAK Abraham Timang  usai pertemuan. 

 

Baca Juga:

Sebelum pertemuan ini dilakukan, menurut dia, pihaknya telah melakukan pertemuan secara internal membahas masalah pendidikan di Banti. 

Sebab, banyak orang tua yang menanyakan kapan sekolah di Banti bisa dibangun dan diaktifkan kembali.

Pasalnya, saat ini banyak anak-anak usia sekolah asal Banti masih tersebar dan tinggal di wilayah Timika, sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak mengetahui harus kemana dan berbuat apa.

“Sekolah di Banti ini mulai SD dan SMP. Dan pada saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk siswa kelas IX SMP sudah dilakukan. Begitu juga dengan kelas VI SD, yang melaksanakan ujian sekolah. Sementara, untuk siswa lainnya karena mengungsi sampai sekarang belum bisa lanjut sekolah,” jelasnya. 

Menurut dia, pertemuan dengan Disdik ini untuk mencari jalan keluar agar anak-anak usia sekolah yang berada di Timika bisa melanjutkan pendidikannya kembali. 

"Begitu juga dengan guru-guru yang dulunya mengajar di Banti bisa kembali mengajar," ujarnya. 

Dia juga menegaskan, LPMAK akan berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya agar anak-anak tersebut bisa melanjutkan sekolah.

Tetapi, pihaknya juga meminta dukungan dari Pemkab Mimika dalam hal ini dinas pendidikan untuk memberikan data peserta didik (dapodik) berapa anak yang terdaftar.

“Kami harap, Disdik menyerahkan data-data siswa kepada kami. Sehingga mengetahui berapa jumlahnya dan nantinya dicarikan tempat dari pihak LPMAK. Apakah nantinya ditempatkan di MPCC atau lainnya,” katanya.

Namun, lanjut dia, pihaknya juga meminta kepada dinas pendidikan dapat membuat pemberitahuan kepada warga Banti di Timika, apabila ada anak-anak mereka yang belum melanjutkan sekolah untuk mendatangi dinas pendidikan agar dilakukan pendataan.

Menurut dia, pihaknya melakukan ini karena LPMAK juga bagian Kabupaten Mimika, sehingga mendukung apa yang akan dilakukan oleh dinas pendidikan dalam penyelesaian masalah pendidikan di Banti.

“Semua kewenangan Pemda Mimika, namun kami turut mendukung apa yang menjadi program-program, khususnya masalah pendidikan di Banti. Dan karena pada pertemuan tidak ada Kepala Disdik, maka belum ada titik temu. Sehingga akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya,” ujarnya.(mjo/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.