KKSB Serang Tim Survei Papua Terang, Tiga Senjata TNI Dirampas

Senin, 06 Agu 2018 20:49 WIT
Kolonel Inf Muhammad Aidi

TIMIKA | Tim Survei Papua Terang dicegat dan diserang kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Kampung Bokoa, Distrik Wegemuga, Kabupaten Paniai, Senin (6/8) pagi. Tiga pucuk senjata laras panjang milik TNI yang melakukan pengamanan dirampas KKSB. 

Kejadian bermula ketika tim survey berjumlah 17 orang terdiri dari 3 tenaga ahli PLN, 3 tenaga sukarela, 11 mahasiswa Universitas Indonesia dan 7 mahasiswa Universitas Cenderawasih, dikawal 16 pasukan pengamanan TNI berangkat dari Bandara Paniai menuju Distrik Wagemuga menggunakan dua unit speed boat.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, tim survei tiba pukul 08.19 WIT selanjutnya melakukan pengambilan gambar dan pencatatan data elektronik dengan melewati tujuh kampung, yaitu Muyadebe, Kegomakida, Uwamani, Bokoa, Ugitadi, Dapaiba dan Kinou.  

“Selama melewati ketujuh kampung tersebut, tim survei mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” kata Kolonel Aidi dalam siaran pers, Senin malam. 

 

Baca Juga:

Pada saat tim sampai di Kampung Kinou, mereka tiba-tiba dihentikan oleh tiga orang masyarakat dan diminta untuk kembali dengan alasan tidak membawa surat ijin dari Pemerintah Daerah. Serma Alpius Gobay yang memimpin tim pengamanan berusaha bernegoisasi namun ketiga masyarakat itu tetap bersikukuh agar tim survey kembali. 

Kata Aidi, untuk menghidari benturan dengan masyarakat, tim lalu kembali menuju ke pelabuhan Kampung Muyadebe. Namun saat tiba di Kampung Bokoa, tim dikejar oleh sekitar 50 anggota KKSB bersama sejumlah masyarakat dengan membawa sekitar 10 pucuk senjata api laras panjang, panah, parang dan kampak.  

“Tidak berselang lama, dari arah kiri, kanan dan belakang rumah penduduk Kampung Bokoa, keluar sekitar 30 orang KKSB dan puluhan masyarakat lainnya yang juga membawa sekitar 20 pucuk senjata api laras panjang, panah, kampak dan parang untuk mengepung tim survei,” katanya.

Aidi mengatakan, kelompok tersebut mengeluarkan tembakan secara membabi buta dan berusaha merampas senjata milik TNI. Anggota TNI di bawah pimpinan Serma Alfius Gobay berusaha melakukan perlawanan, namun karena jumlah yang tidak seimbang hingga akhirnya KKSB berhasil merampas tiga pucuk senjata laras panjang.

“Sementara ratusan warga masyarakat yang mendukung dan melindungi tim survei berdatangan lalu mengusir kelompok KKSB. Untuk menghindari jatuh korban masyarakat sipil, Serma Alifius Gobay memerintahkan kepada seluruh anggota agar tidak ada yang mengeluarkan tembakan,” ujar Aidi. 

Sejumlah Anggota TNI Luka-luka

Akibat kejadian tersebut, sejumlah anggota TNI mengalami luka-luka, antara lain Serma Alfius Gobay luka di bagian bibir akibat terkena pukulan benda tumpul, Sertu Yauji luka memar di bagian punggung sebelah kiri terkena pukulan balok. 

Selanjutnya Sertu Hardi luka lebam di muka, Kopda Karyadi mengalami luka sobek di atas pelipis dan kaki kanan terkena kampak, dan Prada Irfannudin luka sobek kepala belakang. 

“Sedangkan tim survei lainnya dalam keadaan aman. Saat ini seluruh korban telah dievakuasi ke Paniai, selanjutnya korban Kopda Karyadi dan Prada Irfandi mendapat perwatan medis di RSUD Paniai,” kata Kolonel Aidi. 

Adapun tim survei ini bekerja dalam rangka mendukung program pemerintah Papua Terang, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Papua sampai ke wilayah pedalaman menikmati penerangan listrik. 

“Namun sangat disayangkan karena adanya sekelompok orang selalu menghambat proses pembangunan di tanah Papua melakukan tindakan kekerasan dan tidak ber-Prikemanusiaan,” sesal Aidi. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan