KPK Sosialisasikan Pembrantasan Korupsi Terintegrasi di Asmat

Selasa, 07 Agu 2018 17:47 WIT
Bupati Asmat Elisa Kambu saat memberikan sambutan. (Foto: Humas Asmat)

TIMIKA | Tim Pencegahan Korupsi Terintegrasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) menggelar sosialisasi pembrantasan korupsi terintegrasi di Kabupaten Asmat, Senin (7/8).

Koordinator Pencegahan Korupsi Terintegrasi pada KPK RI, Maruli Tua Manurung mengatakan, Asmat  mempunyai karakter yang satu- satunya tdak mempunyai kendaraan seperti mobil. 

"Inilah karakter Asmat karena ini merupakan daerah sungai dan Rawa," kata dia dalam sambutannya. 

Terkait kehadirannya di Asmat, menurut dia untuk sharing dengan seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pemberantasan korupsi. 

"Kami ingin meminta ijin kepada bupati untuk bisa sharing soal korupsi di Asmat," ujar dia. 

 

Baca Juga:

Sementara itu, Bupati Asmat Elisa Kambu dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada KPK yang sudah hadir di kota diatas lumpur atau yang lebih dikenal dengan kota 1000 papan.

"Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena KPK bisa hadir ditengah-tengah kami untuk bertemu dengan OPD, DPRD dan masyarakat disini untuk bisa melihat langsung keadaan disini," kata dia. 

Kehadiran KPK menurut Elisa suatu kebanggaan tersendiri bagi pemerintah setempat. Sebab, bisa memberikan pencerahaan akan tugas dan tanggung jawab setiap OPD berdasarkan undung-undang yang berlaku sehingga tidak terjadi kasus korupsi. 

"Tugas kita sama-sama yaitu bagaimana rakyat sejatera. Sehingga ini menjadi komitmen kita," ujar dia. 

Pada kesempatan ini, Elisa menjelaskan, saat ini di Asmat ada satu RSUD dan 13 puskesmas. Sementara, jumlah sekolah terdapat 135 SD, 13 SMP, empat SMU dan satu SMK. 

Terkait rumah sakit saat ini pemerintah setempat sedang memaksimalkannya. 

Sebab, diakui Elisa, beberapa kejadian yang sudah terjadi karena keterbatasan di rumah sakit, sehingga pasien harus bawah ke Timika untuk dirawat.

"Dan jika ada jenasah bagaimana caranya untuk kami pulangkan kembali kekampungnya. Karena ini sudah mnjadi tanggungjawab kami untuk memulangkan jenasah kekampungnya," tutur dia. 

Bandara Ewer juga disebutkan Elisa sebagai salah satu program prioritas yang diharapkan bisa rampung pembangunannya tahun 2020.

Pemberian makan gratis kepada anak sekolah dan ibu hamil, serta penyusunan APBD juga disampaikan Elisa. 

"Saat ini Asmat sudah mulai penyusunan APBD menggunakan E-Planing dan posisi saat ini tahun lertama," pungkas dia. (Ipa/RB/SP)

Kategori:
Bagikan