30 KK di Kompleks Masjid Al Akbar Diberi Waktu Satu Minggu

Kamis, 09 Agu 2018 21:25 WIT
Salah satu warga saat mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam rumah, sebelum adanya pemberian waktu satu minggu oleh PN Kota Timika (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA | Pengadilan Negari (PN) Kota Timika selaku juru sita atau eksekutor kasus sengketa lahan seluas 10 ribu meter persegi, memberikan waktu satu minggu kepada 30 kepala keluarga (KK) yang mendiami rumah di Kompleks Masjid Al Akbar, Jalan Hasanuddin, Timika, Papua, untuk mengemasi barang dan membongkar sendiri rumahnya.

“Mereka memiliki itikad baik, makanya kami beri waktu satu minggu kepada warga untuk mengosongkan rumahnya sendiri,” kata Ketua PN Kota Timika, Relly D Behuku,SH.,MH disela-sela eksekusi lahan di Kompleks Masjid Al Akbar, Kamis (9/8).

Kata dia, pelaksanaan eksekusi terhadap rumah warga di Kompleks Masjid Al Akbar ini atas keputusan tetap Mahkamah Agung (MA) RI nomor 1375 K/Pdt/2016, yang telah incraht (memiliki kekuatan hukum tetap). 

"Namun karena mereka adalah saudara-saudara kita, maka kita memberikan waktu satu minggu,"katanya.

 

Baca Juga:

Pemberian waktu satu minggu ini tidak diputuskan sendiri, namun sudah melakukan koordinasi dengan pemilik lahan seluas 10 ribu meter persegi, Hj Rohannah. 

“Warga-warga ini juga kan manusia, sehingga kami berikan kelonggaran waktu untuk mengosongkan isi rumah dan merubuhkan sendiri rumah-rumah yang sudah dibangun,” kata Relly sembari mengatakan, tetapi kalau dalam waktu satu minggu mereka ini tidak mengosongkan rumah dan merobohkan rumahnya, maka dengan terpaksa  dilakukan eksekusi.

“Perkembangan akan kami pantau. Dalam waktu satu minggu tidak dikosongkan, maka akan kami robohkan dengan paksa,” tegasnya.

Relly menegaskan,  yang dieksekusi adalah rumah warga bukan bangunan rumah ibadah. Sehingga dalam pelaksanaan ini, pihaknya tidak mengeksekusi Masjid Al Akbar. 

“Masjid Al Akbar tidak kami eksekusi atau dibongkar. Kami juga sudah meminta kepada Hj Rohannah, agar radius sekian meter untuk disediakan sebagai tempat parkir. Ini akan dituangkan dalam berita acara eksekusi,” tuturnya.

Perlu diketahui, sebelum diberikan waktu satu minggu, puluhan warga yang rumahnya terkena eksekusi sudah mengeluarkan barang-barang di dalam rumah. Dengan dibantu personil Polres Mimika, bahkan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto juga ikut mengangkut barang-barang milik warga yang terkena eksekusi.

Namun dari beberapa warga, ada yang nampak tegar menghadapi musibah ini. Tetapi ada pula yang sedih dan sempat meneteskan air mata, dan meminta agar ada waktu untuk berkemas-kemas.

“Bapak bisa besok ka, kami mengemasi barang-barang. Kami tidak tau mau kemana lagi,” tutur seorang warga dengan isak tangis.

Barang-barang yang sudah dikeluarkan, di tempatkan di luar atau halaman yang pada waktu pelaksanaan eksekusi hujan gerimis mengguyur. Namun ada juga yang dimasukkan ke teras Masjid Al Akbar. Bahkan petugas PLN Cabang Timika yang sudah standby langsung melepas alat ukur meter pada setiap rumah.(mjo/SP)

Kategori:
Bagikan