Perjuangan Natalia, Gadis Papua Lulus Calon Polwan di Yogyakarta

Jumat, 10 Agu 2018 10:36 WIT
As SDM Kapolri Irjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto saat menceritakan kisah Natalia di hadapan calon Polwan.

TIMIKA | Natalia Desi Mramra, gadis berusia 19 tahun asal Papua ini akhirnya bisa lulus menjadi seorang calon Polisi Wanita (Polwan). 

Natalia yang lahir di Kampung Nafri, Kota Jayapura, 28 Desember  1999 merupakan anak ke empat dari tujuh bersaudara. 

Ayahnya merupakan pensiunan PNS pada Dinas Pemakaman Kota Jayapura, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. 

"Dia putri asli Jayapura ini besar dan tumbuh di Kota Jayapura hingga lulus SMP," ujar As SDM Kapolri Irjen. Pol. Drs. Arief Sulistyanto, Rabu (8/8). 

Setelah lulus SMP di Jayapura tahun 2014, Natalia memberanikan diri meminta izin orang tuanya untuk bersekolah di Yogyakarta agar bisa untuk belajar biola, di kota pelajar tersebut.

"Natalia ingin mendapatkan suasana baru di Yogyakarta dan ingin bermain biola yang lebih baik di Yogyakarta," ujar Arief. 

Lulus SMK tahun 2017 Natalia langsung melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta hingga semester 3. 

Kemudian Natalia menerima informasi dari pihak kampus bahwa Polri sedang membuka rekruitmen khusus dari sekolah musik.

Natalia akhirnya memilih untuk mencoba peruntungannya dengan mendaftar menjadi Polwan untuk meringankan beban kedua orang tuanya dan kakak pertamanya. 

"Natalia memahami bahwa beban orang tua dan kakaknya semakin berat karena saudaranya banyak dan kondisi orang tua yang sudah tidak bekerja," kata Arief. 

Natalia menyampaikan tidak ada biaya yang dikeluarkan selama proses seleksi. 

Dia hanya mengeluarkan biaya pribadi untuk makan, transportasi dan biaya kirim berkas dari Jayapura ke Yogyakarta. 

Natalia pun yakin dengan kemampuannya ikut seleksi di Polda DIY. Keyakinan itu dibuktikan dengan memperoleh nilai tertinggi pada tes Jasmani mengalahkan pesaing lainnya. 

"Natalia telah membuktikan bahwa seleksi polisi tahun 2018 ini benar-benar gratis tidak dipungut biaya, seleksi dilaksanakan secara clear and clean karena langsung diumumkan hasilnya setelah tes sehingga transparan tidak ada yang ditutup-tutupi," pungkas Arief. (Ipa/HP/SP)

Kategori:
Bagikan