Tiga Kali Tes Polisi, Anak Penjual Mie Ayam ini Akhirnya Lulus Bintara Polri

Jumat, 10 Agu 2018 15:35 WIT
Muhammad Himawan Joko Prasojo.

TIMIKA | Nasib orang tidak ada yang tahu. Itulah yang dialami Muhammad Himawan Joko Prasojo, anak penjual mie ayam di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. 

Muhammad Himawan Joko Prasojo yang biasa disapa Himawan ini akhirnya dinyatakan lulus sebagai Bintara Polri tahun 2018.

Pemuda berusia 20 tahun ini awalnya tak menyangka bila dinyatakan lulus dalam penentuan tahap akhir (pantokhir) tingkat nasional.

Mendengar kabar kelulusan itu, kegembiraan tentu saja terpancar di raut wajahnya. 

Dia seolah tak percaya bisa lulus sebagai Bintara Polri, setelah dua kali usahanya mengikuti seleksi gugur di penentuan tahap akhir. 

Meski dua kali ikut seleksi belum membuahkan hasil, namun pemuda warga Oyehe, RT 008/ RW 001/ Kecamatan Nabire ini tetap berjuang mengikuti seleksi. 

Alhasil, kali ketiganya mengikuti seleksi Polri, Himawan dinyatakan lulus. 

 “Alhamdulillah bisa lulus. Ini berkat semua pihak dan saya ucapkan terimakasih kepada kepolisian,” kata Himawan. 

Himawan merupakan anak ke dua dari empat bersaudara dari pasangan Suradi dan Tuni. 

Suradi sendiri keseharian berjualan mie ayam di Kota Nabire. 

Suradi juga tidak menyangka bila anaknya bisa lulus seleksi Bintara Polri. Sebab, sudah dua kali mengikuti seleksi, anaknya selalu gugur dipenentuan tahap terakhir. 

Dengan kelulusan anaknya tersebut, Suradi menepis semua isu bila masuk Polisi harus bayar, tapi nyatanya tidak. 

Suradi mengakui, tidak satu rupiahpun dia keluarkan untuk bisa meloloskan anaknya masuk Polisi. 

"Terimakasih kepada Kepolisian yang sudah menerima anak saya. Jujur saya tidak menyangka anak saya bisa lolos. Saya juga sampaikan kalau masuk Polisi itu tidak bayar,” kata Suradi dengan raut wajah terharu, Kamis (9/8).

Meski dirinya hanya penjual mie ayam, namun menurut Suradi, anaknya itu tidak malu akan profesi kesehariannya itu. 

Suradi pun herharap, Himawan bila sudah menjadi Polisi dan bertugas bisa mengabdikan dirinya untuk negara. 

“Tentu dengan ini keluarga senang. Itu dia anak yang rajin memang. Itu anak ke 2 saya dari 4 bersaudara,” kata dia.

Ibu Tuni juga mengaku sangat bahagia mendengar anaknya Himawan bisa lulus seleksi Polri. 

Sebab, apa yang dicita-citakan anaknya  sejak masih duduk di bangku SMP itu, akhir bisa terwujud. 

"Alhamdulilah-alhamdulilah, pokoknya luar biasa tak menyangka. Kalau ikut Bintara Polri adalah keinginan dia sejak dari SMP.  Saya mendukung saja cita-cita dia,” kata Tuni penuh kebahagiaan. (Ipa/HP/SP)

Kategori:
Bagikan