Ajaib, Bocah 12 Tahun Selamat Dalam Kecelakaan Maut Pesawat Dimonim Air

Minggu, 12 Agu 2018 13:40 WIT
Jumaidi, bocah 12 tahun yang selamat dari kecelakaan maut pesawat Dimonim Air di Oksibil. (Foto: Pendam XVII Cenderawasih)

TIMIKA | Jumaidi, bocah berumur sekitar 12 tahun menjadi satu-satunya koban selamat dari kecelakaan maut pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang menghantam Gunung Menuk, di Kampung Okatem, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pesawat naas jenis Pilatus Porter tersebut ditemukan dalam kondisi hancur berantakan pada Minggu (1/8) sekitar pukul 08.45 WIT pagi. Tim SAR gabungan menemukan delapan korban tewas, sementara bocah 12 tahun menjadi satu-satunya korban selamat. 

“Korban selamat telah dievakuasi menuju RSUD Oksibil. Danrem 172 PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar telah mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut,” kata Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi dalam siaran pers, Minggu. 

Ia mengatakan, Dandim 1702 Wamena Letkol Inf Lukas Saidipun telah melaporkan bahwa Tim SAR dengan bantuan masyarakat, hingga kini masih berupaya melakukan evakuasi korban meninggal dunia dengan menggunakan kantong jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Oksibil.

 

Baca Juga:

 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kodim 1702 Wamena, Satgas Pamtas, Polres Pegunungan Bintang, Pemda dan masyarakat setempat berhasil mencapai lokasi jatuhnya pesawat setelah berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dari kampung terdekat, yakni Kampung Oktamen.

“Dilaporkan kondisi pesawat dalam keadaan hancur setelah menghantam hutan belantara di Gunung Menuk,” katanya. 

Pesawat jenis Pilatus Porter milik PT. Martha Buana Abadi sebelumnya berangkat dari Bandara Tanah Merah, Boven Digoel tujuan Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, Sabtu (11/8) siang. Pesawat harusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT, namun tiba-tiba hilang kontak.

Tragedy ini menyisahkan cerita lain. Kopilot pesawat tersebut ternyata diganti sesaat sebelum berangkat dari Bandara Tanah Merah. Awalnya kopilot yang akan berangkat dalam penerbangan itu adalah Bintang, namun kemudian diganti oleh Wayan Sugiarta. 

"Menurut informasi yang kami peroleh,  menjelang keberangkatan kopilot diganti oleh Wayan Sugiarta atas permintaan pilot (Kapten Lessie Sevuve)," kata Letkol Dax Sianturi. (rum/SP)

 

Terkait kecelakaan Dimonim Air:

Breaking News: Pesawat Dimonim Air PK-HVQ Ditemukan Dalam Kondisi Hancur

Pesawat Dimonim Air Bawa Tujuh Penumpang Tujuan Oksibil Hilang Kontak

Kategori:
Bagikan