394 Pedagang Reaktif, Pasar Youtefa Abepura akan Ditutup Seminggu

Rustan Saru
Rustan Saru

JAYAPURA | Pemerintah Kota Jayapura, Provinsi Papua akan menutup sementara Pasar Youtefa mulai awal Juli mendatang menyusul ditemukannya 394 pedagang reaktif setelah mengikuti rapid test.

Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kota Jayapura, H. Rustan Saru menerangkan, pemkot telah melaksanakan rapid test massal selama tiga hari terhadap hampir 2000 pedagang di Pasar Youtefa.

“Kita mulai tes massal itu hari Senin (22/6). Hari pertama kepada pedagang kios, kemudian pedagang yang berjualan di Los, dan terakhir pedagang yang berjualan di pelataran Pasar. Jumlah sebanyak 1.948 pedagang. Hasilnya, hampir 400 pedagang reaktif rapid test,” jelas Rustan Saru, di Jayapura, Kamis (25/6).

Kata dia, atas dasar tersebut, pemerintah akan menutup Pasar Youtefa untuk sementara waktu guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Lebih lanjut Rustan Saru menuturkan, jumlah pedagang Pasar Youtefa yang reaktif dari total pedagang yang di rapid test kurang lebih 20,2%.

“Kalau kita bandingkan dengan Pasar Hamadi, dimana angkanya 15,2%. Sementara di Pasar Youtefa 20,2%. Ini berarti cukup tinggi,” ungkapnya.

Untuk itu, Rustan Saru meminta para pedagang di Pasar Youtefa mengerti dan memahami upaya yang dilakukan pemerintah ini guna melawan, mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Pasar Youtefa Abepura.

“Untuk pedagang yang dinyatakan reaktif selanjutkan akan di Swab. Sudah ada sekitar 138 pedagang yang di Swab dan masih terus berjalan,” pungkasnya.

“Kita berharap pedagang yang reaktif tetap tinggal di rumah sambil menunggu hasil Swab dari labolatorium,” tutup Rustan Saru yang juga adalah Wakil Walikota Jayapura.

 

Reporter: Berti
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar