seputarpapua.com

400 Meter Jalan Penghubung Terminal Bandara Ewer Ditargetkan Rampung Akhir Februari

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
TINJAU | Bupati Asmat Elisa Kambu saat meninjau pemangunan jalan penghubung Bandara Ewer. (Foto: Aditra/Seputarpapua)
TINJAU | Bupati Asmat Elisa Kambu saat meninjau pembangunan jalan penghubung Bandara Ewer. (Foto: Aditra/Seputarpapua)

AGATS | Jalan penghubung terminal Bandara Ewer, Kabupaten Asmat, Papua, tahap pertama ditargetkan rampung akhir Februari 2021.

Jalan berkonstruksi beton sepanjang 400 meter lebih dengan lebar 7 meter ini menelan biaya Rp19 miliar, yang bersumber dari APBD dana Otsus 2020 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Asmat.

Jalan yang dikerjakan kontraktor PT Adikarya Tanrisau sudah dilakukan sejak November 2020, dan diperkirakan selesai pada akhir Februari 2021.

Hingga, Sabtu (13/2/2021) tersisa 260 meter lagi jalan tersebut selesai dicor beton.

“Diperkirakan selesai pada akhir bulan ini. Sekarang tersisa 260 meter lagi yang dicor, jadi sehari kami target 50 meter,” kata Ardi selaku pelaksana proyek tersebut.

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan, bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan jalan ini didatangkan dari Timika.

Pihaknya, belum memanfaatkan tailing PT Freeport Indonesia untuk pembangunan infrastruktur di Asmat.

“Tailing tidak, ini bahan alam untuk jalan yang dibangun ini. Mudah-mudahan nanti kedepan kalau memang pemanfaatan tailing baik, kita lihat kalau bisa ada lokasi-lokasi tertentu yang bisa digunakan,” kata Elisa saat meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Elisa, jika jalan penghubung ke terminal Bandara Ewer sudah selesai, maka kedepannya akan ada kendaraan roda empat maupun bus untuk penumpang dari dermaga Ewer yang kini dalam pembangunan.

Mengingat, jarak dari dermaga hingga terminal bandara nantinya akan mencapai 1,3 kilometer.

“Kalau dukung biaya cukup kita bisa hadirkan negara di tengah-tengah masyarakat. Jadi mereka yang tidak keluar dari Asmat mereka bisa lihat ada jalan, ada mobil, sesuatu yang belum pernah ada bisa ada. Kedepannya ada kendaraan roda empat itu sudah pasti, karena jaraknya jalan ini ke terminal bandara 1,3 kilometer, ini sudah masuk ruang tunggu bandara,” tutur Elisa.

Elisa menambahkan, pihaknya juga berencana akan merelokasi warga yang tinggal di sepanjang samping landasan pacu pesawat.

Hal ini demi keamanan warga, apalagi kedepannya akan ada pesawat jenis ATR yang akan mendarat di Bandara Ewer.

“Kita rencanakan relokasikan ke kawasan disekitar jalan penghubung terminal bandara ini,” pungkas Elisa.

 

Reporter: Aditra
Editor: Misba
Berita Terkait
Baca Juga