Empat Warga Terkena Peluru Karet Polisi di Deiyai

Empat Warga Terkena Peluru Karet Polisi di Deiyai
TERBARING - Seorang korban tertembak peluru karet ketika mendapat perawatan medis - Foto : Istimewa

DEIYAI | Empat warga dikabarkan terkena tembakan peluru karet,  ketika terjadi bentok antar warga dan Polisi di area Camp PT. Putra Dewa Paniai yang tengah mengerjakan proyek jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai,  Papua, Selasa (1/8/2017).

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustof Kamal SH dalam rilisnya, Selasa malam menjelaskan, kejadian ini berawal dari kasus penganiayaan yang dilakukan  warga terhadap karyawan perusahaan.

Dimana sebelumnya seorang warga mendatangi camp untuk meminta bantuan mengantar keluarganya yang sedang sakit untuk berobat ke rumah sakit. Namun karyawan yang sebagai kepala tukang tidak dapat membantu karena melihat kondisi yang sakit sudah cukup parah.

“Karyawan ini khawatir jangan sampai dia meninggal di perjalanan lalu kemudian masyarakat menuduh dan menuntutnya. Warga tersebut memahami apa yang dimaksud oleh karyawan tersebut. Namun berselang 15 menit datang seorang pemuda melaporkan ke kepala tukang untuk beristirahat kerja karena yang sakit sudah meninggal. Secara spontan masyarakat langsung menyerang kamp tersebut dan melakukan pemukulan terhadap karyawan,” jelas Kabid Humas soal kronologis awal kejadian.

Karena situasi yang ricuh, akhirnya manager perusahaan meminta bantuan aparat Kepolisian untuk mengamankan situasi.

 Aparat gabungan dari Polsek Tigi dan BKO Brimob Paniai dipimpin Kapolsek Tigi, Iptu H.M Raini dan Danton Brimob Iptu Aslam Djafar tiba di lokasi kejadian dan berusaha menenangkan massa. Mereka kemudian melakukan negosiasi dengan warga. Namun hal itu tidak diindahkan.

“Warga justru melakukan penyerangn terhadap aparat dengan menggunakan batu dan panah. Sehingga akhirnya anggota mengeluarkan  tembakan peringatan. Tetapi tembakan tersebut, membuat warga semakin membabi-buta dan melakukan penyerangan kepada anggota sehingga anggota melepaskan tembakan menggunakan peluru karet guna meredam aksi warga. Kapolsek kemudian memerintahkan anggota untuk mundur,” jelasnya lagi.

Akibat kejadian ini kaca mobil patroli Polsek pecah dilempar batu. Sedangkan empat warga yang terkena peluru karet langsung dievakuasi ke rumah sakit umum Deiyai.

“Sampai saat ini aparat Kepolisian dipimpin langsung oleh Kapolres masih bersiaga di Polsek Tigi. Rencananya Rabu besok Forkopimda setempat akan melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan warga kampung Oneibo untuk menyelesaikan persoalan ini,”tutupnya.(ipa/WP/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar