Ini Upaya Polisi Dalam Memerangi Informasi Hoax di Mimika

Ini Upaya Polisi Dalam Memerangi Informasi Hoax di Mimika
AKBP Agung Marlianto

TIMIKA | Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang begitu pesat, seiring meningkatnya masyarakat Indonesia akan kebutuhan informasi yang dikemas melalui berbagai media konfensional dan media sosial memaksa jajaran Kepolisian Republik Indonesia ekstra kerja keras. 

Pasalnya, tidak sedikit informasi yang disampaikan justru merusak tatanan hidup bernegara dan bermasyarakat. Informasi bohong atau hoax belakangan ini terus menjadi perhatian semua pihak. Tidak tanggung-tanggung untuk urusan ini, negara harus turun tangan. 

Sebagai lembaga yang paling berkepentingan untuk menindak tegas para penyebar berita bohong, Polri telah memiliki strategi khusus yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan tingkat melek teknologi di daerah tersebut. 

Kapolres Mimika, Papua, AKBP Agung Marlianto menegaskan, pihaknya akan menindak tegas terhadap pelaku atau oknum penyebar informasi hoax dan provokatif.

“Mendekati Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) ini, apabila ada oknum-oknum yang menggunakan kesempatan provokatif atau hoax akan kami tindak tegas,” kata Kapolres saat ditemui di bilangan Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua, Senin (27/8).

 

Baca Juga:

 

Kata dia, salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Polres Mimika dalam memerinagi informasi hoax dan provokatif dengan menambah personil dan peralatan pada Sub Bagian (Sub Bag) Humas Polres Mimika. Sub Bag Humas sendiri masuk pada Bagian Operasional (Bagops) Polres Mimika. 

Lanjutnya, Sub Bag Humas sendiri menjadi andalaan Polres Mimika dalam mengatasi informasi hoax, apalagi mendekati Pileg dan Pilpres.

“Dalam menghadapi Pileg dan Pilpres ini, akan kami cermati dan kelola dengan baik. Karenanya, kami akan menambah personil dan peralatan pada Sub Bag Humas Polres Mimika,” terangnya.

Kapolres menjelaskan, semua informasi perlu dicermati dan dikelola dengan baik karena saat ini alam kita bukan lagi konvensional. Dalam arti, Kepolisian hanya melakukan patroli rutin secara nyata saja, tetapi harus diimbangi dengan patroli di dunia cyber atau dunia maya.

Mengapa demikian, lanjut Kapolres, hal ini disebabkan telah banyak bukti konflik sosial yang terjadi dipicu oleh informasi hoax yang berbau SARA dan karakter assassination (pembunuhan karakter). Semuanya itu dilakukan melalui media sosial ataupun jejaring. 

“Patroli rutin secara nyata penting. Tapi juga harus dilakukan adalah patrol cyber. Ini karena dari informasi hoax, SARA, dan lainnya bisa memicu konflik sosial. Dan itu hitungannya bukan hari, tapi jam maupun menit. Oleh itu, hal ini yang akan kami cermati dan kelola dengan baik,” kata Kapolres. (mjo/SP)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.