Satu Kontraktor Kerjakan Dua Proyek Pembangunan Jalan di Mimika

Rabu, 12 Sep 2018 19:02 WIT
Papan proyek milik kontrak PT Fajar Utama Semesta

TIMIKA | Komisi C DPRD Mimika menemukan satu kontraktor mengerjakan dua proyek pembangunan jalan di dalam Kota Timika. Temuan ini saat dilakukan kunjungan kerja, pada Rabu (12/9).

Kontraktor tersebut, yakni PT Fajar Utama Semesta (FUS). Kontraktor ini mengerjakan peningkatan jalan SP 2 hingga SP 5, dan peningkatan jalan SP 1 hingga Budi Utomo (lanjutan). 

Pada peningkatan jalan SP 2 hingga SP 5 progres pengerjaannya baru mencapai 20 persen. Proyek pembangunan peningkatan jalan itu menelan anggaran sebesar Rp18.108.828.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Sedangkan tanggal kontraknya terhitung mulai 29 Juni dengan masa pelaksanaan pekerjaan 150 hari atau sampai November 2018 nanti. 

Pengerjaan ini merupakan peningkatan jalan poros satuan pemukiman (SP). Di mana dalam pengerjaan ini, kontraktor akan membuat dua kegiatan pekerjaan, yakni melakukan pengaspalan dan pengecoran beton konvensional. 

Untuk pengaspalan sendiri akan dilakukan sepanjang 5,6 kilometer dengan lebar jalan 6 meter dan ketebalan 5 centimeter. Sedangkan untuk beton konvensional sepanjang 2,8 kilometer. Di mana lebar jalan beton konvensional yang akan dibangun 6 meter dengan ketebalan 25 centimeter.

Sementara untuk peningkatan jalan peningkatan jalan SP 1 hingga Budi Utomo (lanjutan) dikerjakan kontraktor yang sama dan baru mencapai 28 persen. 

Proyek pembangunan peningkatan jalan itu menelan anggaran sebesar Rp9.055.384.000 yang bersumber dari DAK. Dalam kontrak pengerjaan jalan tersebut terhitung mulai 11 Juni hingga 7 November 2018.

Pekerjaan ini sendiri merupakan peningkatan jalan poros satuan pemukiman (SP). Untuk pengerjaan jalan ini, kontraktor akan melakukan pengaspalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 8 meter.
 
Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika, Hadi Wiyono mengatakan, tidak ada masalah bila ada satu kontraktor bisa memenangkan dua paket proyek, asalkan proyek tersebut dielang. Beda halnya bila penunjukan lanngsung, maka itu tidak dibenarkan.

Menurut dia, pada lelang paket proyek tentu ada persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh kontraktor. Sehingga dewan meyakini kontraktor tersebut memenuhi persyaratan dan sesuai ketentuan yang ada.

“Pada saat pelelangan, pastinya pemerintah mempersyaratkan, seperti terpenuhi atau ketersediaan alat, personil, dan lainnya. Persyaratan ini wajib dipenuhi kontraktor dalam menjalankan proyek tersebut,” kata Hadi.

Dia menyebutkan, dari hasil kunjungan kerja ini pihak dewan meyakini semua proyek pembangunan jalan itu bisa diselesaikan. Seperti peningkatan jalan SP 2 hingga SP 5, pekerjaan pengaspalan maupun beton konvensional berjalan dengan baik. 

Begitu juga dengan peningkatan jalan SP 1 hingga Budi Utomo (lanjutan), baik penimbunan maupun pemasangan talud sudah dikerjakan.

“Disini saya melihat paket yang dikerjakan berjalan dengan baik. Sehingga tidak jadi masalah,” ujarnya.

Namun demikian, kata Hadi, dengan sisa waktu yang ada kurang lebih dua bulan ini, maka tidak ada lagi keluhan atau hambatan pekerjaan dari kontraktor. Misalnya kurangnya alat atau pekerja. Bila itu sampai terjadi, maka kontraktor harus yang bertanggungjawab.

“Karena sudah menjadi pemenang lelang, maka harus menyanggupi dan bisa mengerjakan semua kegiatan tersebut. Dan tinggal dua bulan pekerjaan ini, maka kami minta hal itu diperhatikan dengan melihat kualitas yang ada,” ungkapnya.(mjo/SP)

Kategori:
Bagikan