Warga Palang Jalan Timika-Kuala Kencana, Beringas Serang Polisi

Jumat, 14 Sep 2018 11:43 WIT
Aksi palang jalan di SP 3, Jalan Poros Timika-Kuala Kencana berujung anarkis, Jumat (14/9). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Sekelompok warga melakukan aksi palang jalan dengan membakar kayu dan ban bekas di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Karang Senang (SP 3), Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Jumat (14/9) sekitar pukul 10.00 WIT pagi. 

Aksi palang jalan oleh warga yang dipicu kasus kecelakaan lalu lintas itu berujung anarkis. Beberapa warga mencoba menyerang seorang anggota polisi yang tengah mengambil gambar dokumentasi. 

Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara namun justru dibalas lemparan batu dari kerumunan warga. Tembakan gas air mata pun dulepaskan dan membuat warga berhamburan melarikan diri ke lorong-lorong.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dan beberapa pemuda. Mereka kemudian diamankan setelah bersembunyi di semak-semak dan pemukiman warga di kawasan SP 3. 

Polisi mengamankan sejumlah warga, diantaranya beberapa pemuda dan perempuan yang diduga menjadi  provokator dan memicu terjadinya bentrok. Ada diantara mereka yang diduga terpengaruh minuman keras beralkohol. 

Peristiwa tersebut sempat menghambat aktivitas jalan raya poros Kota Timika - Kuala Kencana. Pengguna jalan termasuk pegawai Pemkab Mimika dan karyawan terpaksa mencari jalan alternatif. 

Aksi warga tidak berhenti sampai di situ. Setelah polisi membersihkan sisa-sisa pembakaran ban bekas di jalan utama, sekelompok warga lagi-lagi menutup akses Jalan Jile Yale. Mereka menebang pohon berukuran cukup besar lalu sengaja ditumbangkan ke bandan jalan.

Kepala Bagian Operasi Polres Mimika AKP Andika Aer dan Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan Plitomo mencoba bernegosiasi dengan warga hingga akhirnya mereka sepakat membuka pemalangan. 

AKP Junan Plitomo mengatakan, awalnya pada Senin (10/9) terjadi kecelakaan lalu lintas di SP 3, Jalan Cenderawasih. Dimana seorang pejalan kaki tewas ditabrak sepeda motor.

Satuan Lalu Lintas Polres Mimika telah menangkap pelaku tabrak lari tersebut di SP 12 pada Kamis (13/9). Saat ini pelaku sedang ditahan untuk menjalani proses hukum
 
Namun, menurut Junan, ada oknum warga memprovokasi bahwa pelaku sudah dibebaskan sehingga kemudian memantik kemarahan keluarga korban dan warga lainnya dan melakukan aksi palang jalan berujung anarkis pada Jumat pagi.

"Jadi pelaku tabrak lari ini sudah ditangkap oleh Satuan Lalu Lintas. Tapi ada yang memprovokasi, sehingga kami juga sedang mencari provokator tersebut," jelas Junan kepada Seputarpapua di lokasi pasca pemalangan. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan