Polisi Buru Provokator Aksi Anarkis Warga Palang Jalan Cenderawasih

Jumat, 14 Sep 2018 18:15 WIT
Aksi blokade Jalan Poros Timika-Kuala Kencana berujung anarkis, Jumat (14/9). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Polisi tengah memburu provokator yang memantik kemarahan warga melakukan aksi blokade jalan berujung anarkis di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Karang Senang (SP 3), Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Jumat (14/9) pagi.

Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan Plitomo mengatakan, pada Senin (10/9) lalu terjadi kecelakaan lalu lintas dan menewaskan seorang warga di SP 3, Jalan Poros Timika – Kuala Kencana. Pelaku sempat melarikan diri hingga membuat keluarga korban kesal. 

“Laka lantas tersebut melibatkan sepeda motor yang menabrak seorang pejalan kaki hingga meninggal dunia pada hari Senin lalu,” kata AKP Junan Plitomo kepada Seputarpapua, Jumat. 

Satuan Lalu Lintas Polres Mimika kemudian berkoordinasi dengan Polsek Kuala Kencana untuk melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku tabrak lari tersebut di Kampung Utikini Baru (SP 12), Distrik Kuala Kencana pada Kamis (13/9). 

Pasca penangkapan, beredar berita bohong (hoax) di lingkungan keluarga korban bahwa pelaku telah dibebaskan kembali oleh polisi. Selain itu, ada infomasi yang menyebut korban bukan meninggal karena laka lantas tetapi menjadi korban penikaman. 

“Jadi berita bohong ini didengar oleh keluarga korban pada malam hari, Kamis (13/9) setelah penangkapan. Mereka bilang pelaku sudah dilepas, padahal sedang ditahan di Polres Mimika. Justru Satuan Lalu Lintas bekerja sangat baik telah menangkap pelaku,” kata Junan. 

 

Baca Juga: Warga Palang Jalan Timika-Kuala Kencana, Beringas Serang Polisi

 

Ia menegaskan pihaknya tengah menyelidiki provokator yang menyebarkan berita bohong hingga membuat keluarga korban dan warga lainnya bertindak anarkis. Bahkan karena termakan provokasi, keluarga korban minta pelaku dihadirkan di tengah aksi blockade jalan. 

“Tentu saja kami sedang menyelidiki siapa yang memprovokasi warga ini sampai bertindak anarkis. Kami masih cari pelaku itu,” kata Junan, mantan Kasat Lantas Polres Mimika.  

Sekelompok warga melakukan aksi palang jalan dengan membakar kayu dan ban bekas di Jalan Cenderawasih, poros Kota Timika - Kuala Kencana, Jumat sekitar pukul 10.00 WIT pagi. Mereka juga menebang pohon di Jalan Jile Yale lalu ditumbangkan ke badan jalan. 

Aksi blockade jalan itu berujung anarkis. Beberapa warga mencoba menyerang seorang anggota polisi yang tengah mengambil gambar dokumentasi. Handphone seorang wartawan juga nyaris dirampas oleh beberapa warga yang sedang tersulut emosi. 

Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan beruntun ke udara namun justru dibalas lemparan batu dari kerumunan warga. Tembakan gas air mata pun dulepaskan dan membuat warga berhamburan melarikan diri ke lorong-lorong.

Beberapa anggota polisi menderita luka ringan di kepala setelah terkena lemparan batu. Sementara para pengguna jalan yang hendak melintas sempat panik lalu memutar balik kendaraan mereka untuk menghindari lemparan batu yang dihujani ke arah aparat.  

Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan beberapa pemuda hingga ibu-ibu yang ikut dalam aksi dan mencoba melakukan perlawanan. Mereka kemudian diamankan setelah bersembunyi di semak-semak dan pemukiman warga di kawasan SP 3. 

Polisi akhirnya mengamankan sejumlah warga, diantaranya beberapa pemuda dan perempuan yang diduga menjadi  provokator dan memicu terjadinya bentrok. Ada diantara mereka yang diduga terpengaruh minuman keras beralkohol. 

Personel Polres Mimika, Polsek Kuala Kencana dan BKO Brimob Polda Nusa Tenggara Barat dikerahkan ke lokasi kejadian. Dua unit kendaraan anti huru hara Brimob Batalyon B Timika ikut diterjunkan ke lokasi hingga situasi berhasil diredam sekitar pukul 11.00 WIT. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan