Sebuah Pesawat ‘Tergelincir’ di Bandara Mozes Kilangin, Satu Penumpang Tewas

Selasa, 18 Sep 2018 20:13 WIT
Petugas PKP-PK saat memadamkan api yang membakar pesawat di Bandara Mozes Kilangin. (Foto: Ist)

TIMIKA |Sebuah pesawat milik perusahaan penerbangan PT Manuk Dadali  crash landing (tergelincir) dan terbakar di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Selasa (18/9) sore. Akibat kecelakaan pesawat tersebut, seorang penumpang tewas dan puluhan orang terluka.

Pesawat jenis Boeng 737/800 PK-JAA dengan nomor penerbangan JA 110 membawa lima awak dan 40 penumpang, dengan tujuan suatu daerah. Namun saat akan lepas landas di runway 30 ke arah runway 12, yang berjarak sekitar 400 meter, pesawat kemudian terjatuh dan tergelincir di sebelah kanan landasan. Mesin pesawat  bagian kanan kemudian terbakar, akibat menghantam benda keras.

Petugas tower langsung membunyikan sirene, sehingga personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara dengan sarana dan prasana lengkap menuju lokasi tergelincirnya pesawat.

Setibanya, personel PKP-PK kemudian memadamkan api mengunakan turret dengan air bercampur busa, dan menggelar selang untuk membantu memadamkan api.

Setelah kebakaran dapat diatasi, petugas langsung melakukan evakuasi seluruh penumpang. Akibat musibah ini, satu penumpang tewas dan 20 orang terluka.

Cerita ini merupakan bagian dari simulai yang digelar pihak Airfast Aviation Facilities Company (AVCO) Bandara Mozes Kilangin dengan tajuk latihan penanggulangan keadaan darurat penerbangan AVCO Dirgantara XIV.

“Simulasi berskla besar ini kita lakukan dalam 2 tahun sekali. Tapi kalau untuk skla kecil kami lakukan setiap tahun,” kata Kepala Bandara Mozes Kilangin, Subagjo Hadidjan, kepada seputarpapua.com melalui telepon selulernya.

Dalam simulasi ini juga melibatkan seluruh potensi  SAR, mulai Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Lanud Yohanis Kapiyau, UPBU Bandara Mozes Kilangin, Detasemen Penerbad, Perum LPPNPI, Polsek KP3 Udara, ERG PT Freeport Indonesia, SOS  ERG PT Freeport Indonesia.

Selanjutnya, RSUD Mimika, Rumah Sakit Herlina, Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD), Pemadam Kebakaran, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina dan Hewan, SRM PT Freeport Indonesia, security ASVEC dan seluruh maskapai yang beroperasi di Bandara Mozes Kilangin Timika.

“Kita libatkan seluruh potensi SAR dalam simulasi ini. Dan simulasi ini berjalan lancar,” ujar Subagyo.

Tujuan dari simulasi ini untuk melihat sejauh mana keterlibatan dan kesiapan seluruh  potensi  SAR yang ada di pemerintahan maupun swasta dalam menangani musibah kecelakaan pesawat yang terjadi di Bandara.

“Tujuannya adalah mengkoordinasikan komando seluruh potensi SAR untuk bergabung bila ada keadaan darurat di Bandara,” pungkas Subagyo. (Ipa/mjo/SP)

Kategori:
Bagikan