Tim Pemekaran Wilayah di Mimika akan Audiensi Dengan DPD RI

Kamis, 20 Sep 2018 17:40 WIT
Yulius Katagame saat menunjukkan undangan audiensi dari Forkonas. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Tim pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Mimika akan melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Forum komunikasi nasional (Forkonas) percepatan pembentukan DOB  di Jakarta. 

Rencananya, audiensi akan dilakukan, pada Senin (24/9) di ruangan GBHN, Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD RI.

“Rencana audiensi ini, karena adanya undangan dari DPD RI kepada Forkonas yang diteruskan pada masing-masing tim DOB, untuk menghadiri acara audiensi serta aksi nasional,” kata Sekretaris Pemekaran Kabupaten Mimika Timur, Yulius Katagame kepada seputarpapua.com, Kamis (20/9).

Kata dia, audiensi dengan DPD RI ini merupakan hasil yang dicapai oleh Komite DPD RI, yang beberapa waktu lalu menjaring aspirasi. Sehingga kegiatan pemekaran ini menjadi program legislasi nasional (prolegnas).

“Audiensi ini sebagai tindaklanjut dari usulan pembentukan DOB di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan kepada semua tim maupun panitia DOB di Indonesia, untuk menghadiri kegiatan tersebut,” kata Yulius. 

Selain melakukan audiensi dengan Komite DPD RI, dalam undangan tersebut juga disampaikan akan melakukan aksi nasional dengan bertemu Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Dimana Presiden akan mendengar aspirasi dari masyarakat terkait DOB.
 
Menurutnya, perjuangan DOB sudah cukup lama menanti adanya realisasi. Karenanya, ini perlu direspon oleh pemerintah dan direalisasikan untuk masyarakat.

“Karenanya, diharapkan semua tokoh pejuangan pemekaran DOB se Indonesia untuk hadir, dengan jumlah masing-masing tim 50 orang. Yang terdiri dari Pemerintah Daerah, DPRD, tim pemekaran, dan tokoh masyarakat,” terangnya.

Untuk Mimika sendiri, katanya, karena memiliki tiga wilayah DOB, yakni Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika Timur, dan Mimika Barat, maka bila dilihat dari undangan jumlah yang datang bisa mencapai 150 orang.

Namun karena masalah biaya, maka pihaknya tidak memaksakan harus 150 orang yang datang. 

“Kami akan tetap datang ikut audiensi. Walaupun nantinya, jumlah pengikut tidak sampai 50 orang. Ini penting, karena perjuangan pembentukan DOB itu sudah lama. Dan kami akan menyampaikan aspirasi terhadap DOB ini,” ungkapnya. (mjo/SP)

Kategori:
Bagikan