Tujuh 'Hotspot' Terdeteksi di Merauke, Tim Turun Cek Kebakaran Hutan

Selasa, 25 Sep 2018 21:37 WIT

JAYAPURA | Pemerintah Kabupaten Merauke rencananya menurunkan tim untuk mengecek kebakaran hutan yang terjadi pascaterdeteksinya tujuh titik panas (hotspot) di Distrik Kimaam berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Papua.

Bupati Merauke Frederikus Gebze mengatakan, rencananya pada Jumat (28/9) digelar pertemuan bersama SAR, dinas lingkungan hidup setempat, kepolisian, pemangku kepentingan lain dan perusahaan yang beroperasi di wilayah ini agar bersama-sama mencari solusi pencegahan dan mengantisipasi kebakaran hutan.

"Dari hasil rapat atau pertemuan ini maka akan ada tim yang turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi hutan serta titik-titik panas tersebut," katanya di Jayapura, Selasa (25/9).

Menurut Frederikus, peristiwa kebakaran hutan biasa terjadi akibat perubahan cuaca dan musim panas yang berkepanjangan dengan intensitas yang cukup tinggi.

"Khusus untuk kebakaran hutan di wilayah Merauke selain disebabkan oleh kemarau panjang, juga karena faktor manusia yang biasanya mencari hasil buruan seperti tikus tanah, dengan cara membakar satu hektare tanah," ujarnya.

Dia menjelaskan baik faktor alam maupun manusia, keduanya berhubungan erat dalam memicu kebakaran hutan di Kabupaten Merauke.

"Tidak hanya itu, pada hutan Merauke terdapat sejenis alang-alang yang jika batangnya bergesekan maka dapat memicu munculnya percikan api dan akhirnya menyebabkan kebakaran lahan," katanya.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan tersebut, pihaknya tidak hanya meminimalisir faktor alam dan manusia, namun juga harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai, berkoordinasi melibatkan masyarakat dalam sosialisasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan. (Ant/SP)

Kategori:
Bagikan