Indonesia Soroti Vanuatu di Sidang Majelis Umum PBB

Indonesia Soroti Vanuatu di Sidang Majelis Umum PBB
Wapres Jusuf Kalla. (Foto: VOA)

NEW YORK | Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla menyampaikan Indonesia tidak akan tinggal diam bila negara kepulauan Vanuatu mengusik kedaulatan teritori Indonesia.

"Sudah terlalu lama Indonesia memilih untuk membangun hubungan persahabatan dengan Vanuatu, termasuk dalam menunjukkan solidaritas dan simpati selama masa-masa sulit," kata Wapres RI dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-73 PBB di Markas Besar PBB New York, Kamis (28/9) waktu setempat.

Akan tetapi, ketika tindakan bermusuhan terus berlanjut, kata Jusuf Kalla, Indonesia tidak akan tinggal diam. Indonesia tidak akan membiarkan negara mana pun merusak integritas teritorialnya.

Untuk menciptakan masyarakat yang damai, berkelanjutan, dan berkeadilan, menurut Jusuf Kalla, semua negara harus menghormati hukum dan prinsip-prinsip internasional PBB, termasuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial.

Dalam hubungan ini, Indonesia sangat menyesalkan upaya Vanuatu untuk mendukung atau bahkan yang terburuk menjadi bagian dari gerakan separatis di Papua.

"Tindakan permusuhan ini tidak memiliki tempat di sistem PBB. Suatu tindakan yang jelas melanggar prinsip-prinsip PBB," kata Wapres.

Ia menekankan, "Indonesia tidak akan membiarkan negara mana pun merusak integritas teritorial NKRI." Seperti halnya negara berdaulat lainnya, Indonesia akan dengan teguh membela integritas teritorialnya.

"Saya ulangi akan dengan teguh membela integritas teritorialnya," kata Wapres RI.
Dalam penjelasannya kepada wartawan usai berpidato, Wapres mengatakan bahwa Vanuatu sering kali menyampaikan isu-isu yang tidak benar mengenai pelanggaran HAM.

Begitu pula, lanjut dia, terkait dengan mempertanyakan keabsahan penggabungan Papua ke Indonesia. Padahal, penggabungan Papua melalui jajak pendapat rakyat papua yanga merupakan resolusi oleh PBB.

"Tidak pada tempatnya Vanuatu sebagai anggota PBB mempertanyakan resolusi tersebut," kata Jusuf Kalla.

Ia melanjutkan, "Masuknya Papua itu 'kan resolusi PBB, bukan keputusan Indonesia saja. Kita tegas bahwa sekali lagi berbuat itu, tentu kita akan juga mempunyai satu cara untuk melawan itu."

Sekedar diketahui, utusan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sebagai badan politik luar negeri untuk pembebasan Papua Barat, tergabung dalam delegasi resmi negara Vanuatu hadir di Sidang Majelis Umum PBB. 

Perwakilan ULMWP yang hadir antara lain Ketua Eksekutif ULMWP, Benny Wenda bersama Sekretaris, Rex Rumakiek, serta seorang pengacara internasional asal Inggris yang tergabung dalam International Lawyers for West Papua (ILWP), Jennifer Robinson.

Adapun Vanutu sebagai salah satu negara kepulauan Pasifik Selatan telah mendukung perjuangan politik Papua Barat selama tiga dekade. Vanuatu mendorong referendum rakyat Papua Barat melalui Pacific Island Forum (PIF) ke tingkat PBB. (Antara/rum/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.