Polisi Korban Kena Panah di Mata Dirujuk ke Singapura

Minggu, 07 Okt 2018 16:51 WIT
Brigpol Dolfis Wambonggo terkena panah saat menengahi pertikaian antarwarga di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

JAYAPURA | Brigpol Dolfis Wambonggo, korban terkena panah di mata kanannya ketika menengahi pertikaian antarwarga di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua, beberapa hari lalu akan dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi di Kota Jayapura, Papua, Minggu (7/10), mengatakan rujukan itu merupakan perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika bersama rombongan pejabat tinggi mengunjungi Brigpol Dolfis Wambonggo di RS Polri Jakarta pada Sabtu (6/10).

"Untuk mendapatkan perawatan lebih intensif terhadap Brigpol Dolfis Wambonggo, Kapolri memerintahkan untuk dirujuk ke RS di Singapura dan untuk administrasi keberangkatan telah disiapkan oleh pihak RS Polri Jakarta," katanya.

Menurut dia, setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Bhayangkara, kemudian dirujuk ke RS Polri di Jakarta guna operasi pengangkatan anak panah yang mengenai mata kanan, maka untuk penanganan lebih optimal pimpinan Polri memerintahkan untuk diterbangkan ke Singapura.

"Karena yang terkena anak panah di bagian mata maka penanganannya harus lebih optimal lagi, sehingga menjadi pertimbangan pimpinan agar Dolfis Wambonggo diterbangkan ke Singapura," katanya.

Lebih lanjut, Kamal mengatakan pada momentum itu, Brigpol Dolfis Wambonggo mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Brigadir Kepala (Bripka) oleh Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian.

"Itu merupakan bentuk perhatian pimpinan kepada anggotanya yang bertugas di lapangan dengan berbagai risiko yang harus ditanggungnya saat menghadapi bentrok dua kubu di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada Selasa pekan ini," katanya.

Sementara, terkait situasi pascabentrok antara dua kubu yang terjadi beberapa hari lalu di Oksibil, Kamal mengatakan telah kembali kondusif dan aktivitas warga berjalan normal baik di bidang pemerintahan, pendidikan maupun aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Oksibil.

"Polda Papua telah mengamankan dua warga yang diduga menjadi provokator dalam bentrok tersebut dan saat ini masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh anggota kami," katanya. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan