Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulteng Dilepas Kamis

Selasa, 09 Okt 2018 17:15 WIT
Umar Habib

TIMIKA | Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) rencananya akan dilepas pada Kamis (12/10) untuk berangkat membantu penanganan korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

Relawan yang dikoordinir Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika terdiri dari delapan orang dokter dikirim untuk melakukan trauma healing dalam membantu proses pemulihan bagi anak-anak dan ibu-ibu, serta upaya penguatan keimanan agar para korban lebih tabah menghadapi kondisi ini. 

“Relawan Eme Neme Yauware Mimika Peduli Sulteng akan dilepas di gedung Eme Neme Yauware oleh perwakilan lima agama. Kami juga harap bapak Bupati Mimika (Eltinus Omaleng) dapat hadir melakukan pelepasan,” kata Ketua Baznas Mimika Umar Habib di Timika, Selasa (9/10). 

Pelepas relawan sekaligus bersama bantuan non tunai seperti baju, selimut dan sebagainya yang diperkirakan mencapai 25 ton. Bantuan non tunai ini akan dikirim melalui jalur laut dan dikawal iring-iringan komunitas motor ke Pelabuhan Pomako. Sedangkan rombongan relawan akan diantar ke Bandara Mozes Kilangin Timika. 

“Selain itu, relawan yang kami kirim ke sana sekaligus membawa dana bantuan yang belum ditransfer untuk melihat mana yang paling urgen di sana agar segera mendapat penanganan,” ujar Umar Habib. 

Sejauh ini sumbangan warga Mimika melalui Baznas setempat telah terkumpul sebesar Rp1,375 miliar. Sumbangan Rp400 juta telah dikirim sebelumnya untuk pengadaan sembako yang diangkut tujuh truk masing-masing membawa bahan makanan terdiri dari dua ton beras, minyak goreng, gula, mie instan dan lain-lain senilai Rp60 juta. 

“Di sana ada relawan yang sejak hari kedua sudah dikirim. Pengadaan sembako dan belanjanya dilkukan di Poso yang terdekat ke Palu sekitar 4-5 jam. Sedangkan jika dari Makassar itu bisa sampai sehari semalam,” kata Umar. 

Di samping itu, musim hujan yang mulai melanda Kota Palu dan Donggala membuat para korban bencana yang masih menempati tenda-tenda darurat kesulitan. Hunian sementara pun belum bisa dibangun dalam waktu yang sangat singkat. 

Melihat kondisi tersebut, Baznas Mimika memanfaatkan sebagian sumbangan untuk mengadakan tenda berukuran 6x14 meter dengan tinggi tengah 3 meter, tinggi samping 1,75 meter untuk dikirim ke sana. Tenda seharga Rp10,5 juta bisa menampung 30 orang, kemudian bisa juga digunakan untuk rumah ibadah sementara maupun sekolah darurat. 

“Kami pikir tenda ini yang mungkin lebih representative untuk melakukan penanganan sementara karena hujan sudah mulai turun di lokasi pasca bencana,” jelas Umar. 

Baznas Mimika telah menghentikan penggalangan dana sumbangan untuk Sulteng di jalan-jalan sejak Minggu (7/10). Namun pengumpulan dana bantuan tetap dibuka melalui kesempatan lain, seperti kegiatan di gedung-gedung maupun konser music. 

“Adapun pengumpulan dana terus kami tampung, siapapun yang akan menyumbang kami tampung. Tapi khusus untuk di jalan-jalan, lampu merah, itu kami sudah hentikan. Jika masih berjalan, itu di luar tanggung jawab kami,” pungkas Umar Habib. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan