Forum Peduli Pasar Sentral Curhat ke DPRD Mimika

Rabu, 10 Okt 2018 17:31 WIT
Suasana pertemuan perwakilan pedagang pasar sentral dengan DPRD Mimika

TIMIKA | Pedagang Pasar Sentral Mimika yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Sentral (FPPS), Rabu (10/10) melakukan audiensi dengan anggota DPRD Mimika, Papua terkait kondisi dan pengelolaan pasar.

Pada pertemuan tersebut, FPPS yang dipimpin Lasuardi meminta DPRD untuk memperhatikan kondisi pasar sentral yang semakin hari tidak tertata dengan rapi.

“Kami datang dengan segudang masalah. Setelah pasar lama terbakar semua pedagang dialihkan ke pasar sentral. Namun kondisi di pasar sentral sangat tidak layak dalam menopang kebutuhan ekonomi kami,” kata Lasarudin kepada anggota DPRD Mimika.
 
Lasarudin mengatakan, pihaknya menginginkan dua bangunan baru yang dibangun pemerintah segera dibuka. Hal ini dimaksud agar penataan dan pengelolaan di Pasar Sentral menjadi lebih baik 

Lanjutnya, dua bangunan baru yakni berada pada bagian depan pasar sentral. Dimana bangunan tersebut kurang lebih memiliki 208 los. Selanjutnya, bangunan untuk mama-mama Papua juga memiliki cukup los.

“Kami harap dua gedung baru bisa dimanfaatkan secara baik. Sehingga pasar sentral ini tertata rapi, tidak seperti sekarang ini,” katanya.

Lasarudin menambahkan, pihaknya meminta pemerintah mendata semua pedagang yang ada sesuai jenis jualan dan menurut ukuran tempatnya, baik di lapak, los yang swadaya sendiri. Sehingga bangunan yang sudah dibangun oleh pemerintah itu diisi oleh pedagang. 

“Kami tidak menggeser pedagang di bekas pasar swadaya. Tapi lebih ke penataan pasar sentral. Sehingga bangunan miliaran rupiah tidak mubazir,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Mimika, Viktor Kabey mengatakan, pasar sental dari tahun ke tahun tidak ada penyelesaian. Karenanya di 2019 pasar sentral harus selesai dan diprioritaskan. Apalagi PAD melalui retribusi pedagang juga mulai berkurang.

“Sebenarnya, pasar ini bisa memberikan PAD yang cukup. Namun karena pengelolaannya tidak diatur baik, maka hal itu tidak terlaksana,” katanya.

Kata dia, DPRD akan mendorong agar di 2019 mendatang pasar sentral bisa diprioritaskan untuk penyelesaiannya. Apalagi pada 2020, Mimika akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan PON 20. 

Victor menambahkan, pihaknya akan bertemu dengan Disperindag Mimika, untuk menanyakan kelanjutan bangunan pasar tersebut dan pengelolaannya. Sehingga pasar yang dijadikan urat nadi perekonomian bisa berkembang dengan baik.

“Kami akan undang dinas terkait, untuk membicarakan masalah ini. Sehingga permasalahan pasar yang ada bisa diselesaikan dengan baik,” tuturnya. (mjo/SP)

Kategori:
Bagikan