Usai Jawa Timur, Gempa 5,6 SR Guncang Buru Selatan Maluku

Kamis, 11 Okt 2018 14:17 WIT

AMBON | Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) menguncang Kabupaten Buru Selatan, Maluku pada Kamis (11/10) pukul 11.55 WIT.

Data Kominfo BMKG menyatakan, lokasi gempa terletak pada koordinat 4.95 LS dan 126.71 BT atau 135 KM Tenggara Buru Selatan pada kedalaman 10 KM.

Pemkab Buru Selatan maupun BPBD Maluku belum memberikan penjelasan soal dampak gempa tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Maluku termasuk salah satu daerah yang rentan dan rawan terjadi bencana alam berupa gempa tektonik yang dapat menimbulkan kerusakan berat, termasuk terjadinya tsunami.

Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan. 

Pada hari yang sama, Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB, gempa bumi dengan magnitudo 6,4 Skala Richter (dimutakhirkan menjadi 6,3 SR) juga mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali. 

Dari siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, menyebutkan dampak gempa tersebut dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep, Jawa Timur. 

Sebanyak tiga orang meninggal dunia adalah Nuril Kamiliya (7), H Nadhar (55) dan seorang lelaki dewasa yang saat ini sedang diidentifikasi.

Para korban tersebut merupakan warga desa Prambanan dan Jambusok, Kecamatan Gayam, Sumenep. Korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. 

Kejadian gempa Kamis dini hari saat korban sedang tidur tiba-tiba gempa mengguncang dan rumah roboh sehingga korban tidak bisa menyelamatkan diri. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan