Diskominfo Mimika Sosialisasi dan Bimtek Aplikasi Lapor

Kamis, 11 Okt 2018 20:19 WIT
Suasana sosialisasi dan bimtek aplikasi lapor yang digelar Diskominfo Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA |  Pemda Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mensosialisasikan aplikasi lapor dan bimbingan teknis (Bimtek) sebelum diluncurkan.

Sosialisasi dan Bimtek digelar di Hotel Horison Ultima Timika dibuka secara resmi oleh
 Staf Ahli Bupati, Cristian Karubaba. Peserta yang hadir dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) ini mendapatkan penjelasan dan pembekalan dari Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.

Cristian Karubaba dalam sambutannya mengatakan, penerapan aplikasi lapor berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) nomor 4 tahun 2016,  tentang pengintegrasian pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara nasional.

“Dari dasar tersebut, maka pemerintah meluncurkan sistim pengaduan secara online melalui aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor). Sehingga masyararakat bisa mengajukan sejumlah pertanyaan kepada setiap OPD,” katanya.

Tenaga Terampil Kantor Staf Presiden, Fanni Irsanti menjelaskan, aplikasi lapor dibuat sedemikian rupa agar masyarakat tidak takut untuk melapor. Laporan tersebut akan disaring selanjutnya diteruskan ke dinas terkait sesuai dengan pengaduan masyarakat.

“Ini merupakan program quick win dari Diskominfo agar masyarakat bisa menyampaikan laporannya,” katanya.

 “Mudah-mudahan tahun depan, aplikasi lapor Akai Meno sudah bisa teralisasi dengan baik,” tambahnya.

Ia menambahkan, aplikasi ini akan dipantau dipusat. Namun pusat tidak melihat per kasus, tetapi lebih secara umum untuk dibuatkan pemetaan. 

"Selain itu, kita akan mendorong Diskominfo untuk ada SK penugasan dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah, bagaimana bisa merangkul OPD-OPD aktif dalam menanggapi lapor tersebut," katanya.

Dikatakan, selain Mimika, sudah ada 340 Pemda yang terhubung dalam sistim laporan. Setiap daerah akan terhubung dengan pusat untuk melihat apa yang menjadi masalah. Sementara untuk di daerah bisa mengetahui sampai ke tingkat distrik atau kecamatan

“Dengan penerapan aplikasi ini, diharapkan pemimpin daerah bisa lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga bisa bersama-sama  membangun daerah ini," katanya.(mjo/SP)

Kategori:
Bagikan