Kadispendasbud : Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan di SMPN 7 Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kadispendasbud : Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan di SMPN 7 Mimika
Jenny O Usmany

TIMIKA l Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika, Jenny O Usmany menegaskan, tidak ada dualisme kepemimpinan kepala di SMPN 7 Mimika.

“Karena kami sudah memberikan nota dinas kepada Anton Karu. Dan ini sudah sesuai dengan aturan yang ada,”kata Kadispendasbud Jeany Usmani kepada Wartawan di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (9/8/17).

Kadispendasbud menjelaskan, pihaknya memberikan nota dinas kepada Anton Karu untuk menjabat Kepala SMPN 7 Mimika, dikarenakan kepala sekolah lama, yakni Bastiana Karet secara tertulis mengajukan pengunduran diri karena sakit. Dari kondisi tersebut, maka sebagai kepala dinas dirinya berasumsi, Bastiana Karet akan berobat. Oleh itu, agar proses belajar mengajar (PBM) dan administrasi pendidikan di SMPN 7 tidak terhenti, pihaknya menempatkan Anton Karu.

Lanjutnya, dengan pemberian nota dinas kepada Anton Karu tersebut, komite sekolah dan orang tua murid tidak setuju, sehingga dilakukan pemalangan sekolah beberapa bulan lalu. Karenanya, dirinya meminta kepada Anton Karu untuk berdiskusi dengan orang tua murid, dan hal itu dilakukan.

“Penempatan Anton Karu ini, karena kepala sekolah lama mengundurkan diri, bukan karena apa-apa,”ujarnya.

Sementara menyangkut masih aktifnya Anton Karu sebagai Kepala SMPN 6 Mimika. Kadispendasbud mengatakan, Anton karu ini juga sudah mengundurkan diri sebagai kepala SMPN 6, maka ditempatkan di SMPN 7. Sehingga kalaupun tidak dilantik tidak menjadi masalah. Tetapi kalau angkat dengan nota tugas dan tidak dilantik bagaimana?. Dan semua permasalahan di dinas tidak bisa dibuka secara langsung kepada masyarakat.

“Jadi Anton Karu ini tidak dobel jabatannya, karena dia telah mengundurkan diri. Dan tidak bisa orang tua ataupun komite memutuskan siapa yang menjadi kepala sekolah. Karena ini sudah menjadi kewenangan pemerintah. Kalau semua permintaan orang tua dituruti, maka jadi apa daerah ini,”tegasnya.

Selain itu, kata dia, Bastiana Karet ini kan menggunakan nota dinas dari kepala dinas yang lama. Sehingga secara logika, masak nota dinas pejabat lama mengalahkan nota dinas dirinya yang sekarang ini aktif menjabat Kadispendasbud. 

 “Semua orang berpikir saya jahat, padahal tidak. Karena apa yang dilakukan ini sesuai aturan. Dan kepala sekolah lama ini mengundurkan diri karena sakit,”tuturnya.(mjo/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga