48 Atlet PON di Klaster Mimika Terserang Malaria, ini Penjelasan Kadinkes

SCREENING | Tim kesehatan dari Dinkes Mimika melakukan screnning malaria terhadap atlet dan ofisial dari kontingen Papua di klaster Mimika, Senin (6/9/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)
SCREENING | Tim kesehatan dari Dinkes Mimika melakukan screnning malaria terhadap atlet dan ofisial dari kontingen Papua di klaster Mimika, Senin (6/9/2021). (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Bidang Kesehatan Sub PB PON Klaster Mimika menemukan 52 kasus malaria selama pelaksanaan PON.

Kasus malaria ditemukan saat bidang kesehatan melakukan surveilans sebelum, saat dan sesudah PON.

Dari 52 kasus, 48 diantaranya adalah atlet dari Papua yang memang berasal dari daerah endemik.

Kemudian 4 kasus adalah sopir bus yang masih menjalani pengobatan namun saat ini sudah membaik.

“Berdasarkan hasil investigasi kami, sebenarnya ada kecenderungan sebagian besar ada yang sudah terpapar dari daerah asal. Sementara yang lain bukan atlet tapi terpapar malaria itu kami melakukan investigasi lingkungannya bagaimana berjalan atau tidak, mungkin karena melakukan kegiatan di malam hari, tapi semua sudah ditangani dengan baik,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynol Ubra di Media Center PON XX Papua, Klaster Mimika, Kamis (14/10/2021).

Ia pun sempat khawatir mengenai eliminasi malaria dimana ditakutkan banyak atlet dan para tamu terpapar Malaria. Namun terbukti bahwa atlet dari luar Papua hingga kini tidak ditemukan terserang malaria.

“Kalau dibagi dari jumlah atlet itu dibawah satu persen, 0,0 sekian persen artinya pengendalian malaria sukses meskipun ada yang terpapar,” jelas Reynold.

Dikatakan, ada beberapa pekerjaan yang harus terus dilaksanakan oleh bagian kesehatan meskipun PON XX telah usai.

“Pekerjaan untuk malaria belum selesai karena pasca PON kami akan tetap memantau apakah semua kontingen yang datang akan terpantau selama tiga bulan terakhir, dan jika aman, maka laporan malaria bisa kami clearkan bahwa semua tidak terkena malaria. Jadi tugas kami belum selesai,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.