seputarpapua.com

Bentrok Nelayan di Timika, Satu Tewas Tertembak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Bentrok Nelayan di Timika, Satu Tewas Tertembak
SIAGA – Satu Pleton Pasukan Dalmas Polres Mimika disiagakan di Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako – (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA |  Seorang nelayan bernama Theo Cakatem tewas di Pelabuhan Nusantara Pomako, Timika, Rabu (9/8). Dugaan sementara korban tewas karena luka tembak di bagian perut,  saat terjadi bentrok antar nelayan.

Informasi yang dihimpun, Theo mengalami luka di bagian perut tembus ke pinggang. Saat ini korban disemayamkan di kamar jenazah RSUD Mimika.

Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikonfirmasi menyebutkan, korban tiba di UGD diantar oleh pihak kepolisian sekitar pukul 16.00 WIT dan dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter jaga RSUD.

“Korban berusia 20 tahun. Kami masih menunggu surat permohonan dari Kapolres untuk melakukan visum dalam, supaya kita bisa menelusuri benda asing di tubuh korban yang nanti hasilnya kita serahkan ke pihak kepolsian,” ungkap Luky.

Selain Theo Cakatem, ada dua korban lain yang belum diketahui identitasnya saat ini masih dirawat di UGD RSUD Mimika.

Kini sebanyak 103 nelayan non Papua sementara diamankan di halaman Kantor KP3L Pomako. Aparat TNI dan Polri melakukan penjagaan di kawasan Pelabuhan Pomako.

Sementara itu, akses jalan poros yang menghubungkan Pomako-Timika saat ini dipalang warga. Sejumlah warga tampak bersiap-siap untuk mengungsi ke Kota Timika untuk mengamankan diri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan,  sebelumnya sempat terjadi bentrok antar nelayan pribumi Mimika dan non pribumi di kawasan Pelabuhan Pomako, Rabu siang.

Bentrok ini bermula saat Ketua RT 08 Pomako dan Ketua Nelayan mendatangi Polsek KP3 Laut untuk membicarakan masalah perijinan mencari ikan nelayan non pribumi yang disepakati oleh kepala kampung dan Dinas Perikanan Mimika.

Namun,  saat itu ada nelayan yang membuat keonaran, sehingga dibawa ke luar Polsek. Saat dibawa ke luar, nelayan tersebut dianiaya nelayan lainnya.

Mengetahui rekan nelayannya dianiaya,  nelayan pribumi kemudian menyerang nelayan non pribumi yang berada di Polsek, dan melakukan pengrusakan fasilitas umum termasuk kantor KP3L Pomako.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologis kejadian dan pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya korban. (tim/SP)

Berita Terkait
Baca Juga