seputarpapua.com

76 Nelayan Asal Jawa Ditampung di Sekretariat KKJB Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
76 Nelayan Asal Jawa Ditampung di Sekretariat KKJB Mimika
NELAYAN- Para nelayan asal Jawa yang berhasil dievakuasi mendapatkan perawatan di Sekretariat KKJB Mimika – (Foto: Mujiono/SP)

TIMIKA I Sebanyak 76 nelayan asal Jawa sementara ditampung di Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Mimika, di Kota Timika, setelah dievakuasi dari Pelabuhan Nusantara Pomako Timika, Papua, Rabu (9/8/17) malam.

Adapun 76 nelayan asal Jawa yang berhasil dievakuasi mengalami luka-luka, baik luka lebam maupun memar. Dari kondisi tersebut, para nelayan mendapatkan pengobatan dari tenaga medis yang merupakan anggota KKJB.

Ketua KKJB Mimika, Imam Parjono mengatakan,  hingga Kamis (10/9) pukul 01.00 Wit dinihari sudah 76 nelayan berhasil dievakuadi meski dalam keadaan trauma. Karena itu pihaknya berkoordinasi dengan tenaga medis untuk melakukan perawatan.

“Nelayan yang mengalami luka-luka langsung dirawat. Dan ini sebagai bentuk tanggungjawab KKJB terhadap masyarakat Jawa,” katanya.

Selain melakukan perawatan, Parjono mengatakan pihaknya juga melakukan pendataan para nelayan yang dievakuasi, selanjutnya akan disampaikan kepada  pihak Kepolisian dan pemerintah daerah.

Tempat penampungan sementara, kata dia, akan dibagi mengingat jumlah nelayan cukup banyak. Dimana sebagian nelayan  akan ditampung di Sekretariat KKJB dan sebagian di Sekretariat Pati.

“Karena kebanyakan nelayan ini tinggal di  Poumako dan tidak membawa apa-apa, maka sementara akan kami tampung di sekretariat,” tuturnya.

Parjono berharap, dengan adanya peristiwa ini pemerintah secepatnya mengambil langkah penanganan. Ini diperlukan agar  masyarakat tersebut bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

“Perlu langkah cepat untuk menangani permasalahan nelayan ini. Karena ini menyangkut ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Total ada 105 nelayanan non Papua sebelumnya diamankan di Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako untuk mengantisipasi bentrok susulan dengan warga setempat. Mereka kemudian dievakuasi, sebagian lewat darat dan lainnya lewat jalur laut menuju Porsite, Pelabuhan Amamapare.

Evakuasi terpaksa dilakukan mengingat masyarakat di sekitar kawasan Pomako, Distrik Mimika Timur, sempat melakukan aksi pemalangan jalan utama yang menghubungkan Koa Timika-Pelabuhan Pomako.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat terjadi bentrok antar nelayanan di Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara Pomako. Peristiwa ini menyebabkan satu warga nelayanan tewas setelah diduga tertembak di bagian perut.

Keributan berujung bentrok ini bermula saat dilakukan pembahasan menyangkut moratorium (penghentian sementara) aktifitas nelayanan non Papua di sekitar perairan Mimika Papua oleh pemerintah daerah setempat. (mjo/SP)

Berita Terkait
Baca Juga