Sekolah di Pomako Diliburkan Pasca Bentrok

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Sekolah di Pomako Diliburkan Pasca Bentrok
Sejumlah warga dengan membawa berbagai jenis senjata tajam berdatangan menuju rumah duka di Kampung Asmat/Pomako, Kamis (10/8/17) – Foto : Sevianto/SP

TIMIKA | Pasca bentrok antar nelayan yang mengakibatkan satu warga nelayan tewas tertembak di kawasan Pelabuhan Nusantara Pomako, Timika, membuat aktifitas warga hingga sekolah di wilayah itu lumpuh.

Adapun SD Negeri I Pomako di Kampung Asmat/Pomako, Distrik Mimika Timur, Kamis (10/8/17) hari ini diliburkan. Sekolah ini memang tidak jauh dari rumah duka tempat jenasah korban penembakan disemayamkan.

Salah seorang guru honor, Corneles Dominggus Fasak mengatakan, para guru di sekolah itu sebelumnya memang sudah mendapat informasi dari orang tua murid terkait situasi pasca kerusuhan, Rabu (9/8) kemarin.

“Guru-guru memang sudah tidak masuk karena sudah mendapat informasi bahwa situasi tidak memungkinkan sehingga sekolah harus diliburkan,” kata Corneles.

Menurut Corneles, SD Negeri I Pomako kini menampung lebih dari 100 murid ditambah 50an lebih siswa SMP yang gedungnya berada satu atap dengan sekolah tersebut.

“Anak murid ini sebagian besar berasal dari kampung Pomako di sini, jadi mereka memang sudah tahu ketika ada kejadian semacam ini. Mereka pasti otomatis tidak datang ke sekolah,” ujarnya.

Pantauan seputarpapua.com, Kamis (10/8/17) pagi, sejumlah warga mulai mengungsi dari Pomako ke Kota Timika. Aktifitas warga termasuk nelayan tampak sepi tidak seperti hari biasanya.

Sekelompok warga mulai memadati ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Timika – Pelabuhan Pomako. Mereka mulai meletakkan potongan kayu dan batu di jalan raya untuk melakukan pemalangan.

Sementara itu, sejumlah warga dengan membawa senjata tajam berupa kampak, busur panah, tombak, dan lainnya mendatangi rumah duka di Kampung Asmat/Pomako.

Seperti diketahui, sebelumnya sempat terjadi bentrok antar nelayanan di Kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara Pomako. Peristiwa ini menyebabkan satu warga nelayanan tewas setelah diduga tertembak di bagian perut.

Jenasah korban tewas bernama Theo Cikatem (20) telah tiba di rumah duka, di Kampung Asmat/Pomako sekitar Pukul 09.30 Wit pagi tadi, Kamis (10/8). Jenasah disambut histeris keluarga korban.

Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf Windarto bersama Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako Iptu Syamsul kini berada di rumah duka. Mereka sementara berkomunikasi denga pihak keluarga korban penembakan.

Bentrok nelayan di Kawasan Pelabuhan Pomako pada Rabu (9/8/17) berawal saat dilakukan pertemuan membahas aturan pembayaran retribusi nelayan non Papua yang beroperasi di wilayah itu.

Rencana penarikan retribusi yang akan diserahkan melalui kepala kampung itu menyusul adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan seorang oknum warga kepada para nelayan non Papua.

Pemkab Mimika melalui Dinas Perikanan dan Kelautan juga telah menerbitkan moratorium (penghentian sementara) aktifitas nelayan non Papua di wilayah perairan Mimika.

Moratorium ini diterbitkan agar persoalan nelayan tersebut diambil alih oleh Dinas Perikanan Mimika. Termasuk mekanisme adanya penarikan retribusi resmi kepada pemerintah kampung guna menghindari terjadinya Pungli.

Informasi yang dihimpun, sebelumnya seorang warga menahan dan merampas perahu para nelayan non Papua. Oknum tersebut mengancam akan mengusir mereka jika tidak membayar sejumlah uang setiap bulannya. (rum/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga