Atlit Renang Mimika Raih Lima Medali di Kejurda Papua

Senin, 26 Nov 2018 14:03 WIT
Para pemenang kejurda Renang Papua yang diselenggarakan di Jayapura. (Foto: Ist)

TIMIKA | Lima atlit renang asal Mimika berhasil meraih lima medali dalam ajang Kejuaraan Daerah Renang (KEJURDA) Papua yang berlangsung selama tiga hari di Jayapura.

Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Mimika, Salmon Naa mengatakan, ajang yang diselenggarakan tanggal 23-25 November 2018 di  kolam renang Tirta Padang Bulan Abepura kota Jayapura, Mimika mengumpulkan lima medali, yakni 1 medali perak didedikasikan oleh Riski Marji Taroreh pada gaya punggung putra 100 meter, sementara 2  medali perunggu disabet oleh Obed Nokoreyao pada gaya punggung 200 meter putra dan gaya dada 200 meter.

Sedangkan 2 perunggu lainnya direbut melalui estafet 200 meter gaya ganti dan estafet 4x50 meter gaya bebas lewat  atlit Nopsen Maniani, Obed Nokoreyao, Luki Sebastian Taroreh dan Riski Marji Taroreh.

Dikatakan, Kabupaten Merauke mengoleksi pundi emas terbanyak dari 2 atlit bayarannya, masing-masing Alberth Raweyai dan Febyanti.

Kata Salmon Naa, Alberth disewa dari salah satu club renang di  Jakarta dan Febiyanti dari Diklat Jayapura.  

"Mereka berdua dibayar untuk  memperkuat  Kabupaten Merauke," katanya melalui rilis yang diterima Seputarpapua.com, Mingfu (25/11) malam.

Kejurda yang diikuti 96 atlit renang dari 6 Kabupaten Setanah Papua sebelumnya dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum KONI  Papua, Keni Kogoya pada Jumat (23/11). Kabupaten yang mengirim perwakilannya yakni,  Mimika, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Nabire dan Boven Digoel.

Meski Mimika meraih lima medali, namun Salmon Naa menilai, komptesi tersebut berlangsung tidak sesuai harapan.

" Kolam renang  tempat penyenggaran even tidak memenuhi standar dalam even berskala daerah seperti ini. Panitia tidak memasang atlit kami untuk rival dengan atlit dari kota Jayapura, Kabupaten dan Merauke. Atlit kami di urunkan melawan atlit Mimika sendiri.Seharusnya di pasang membaur dengan atlit lain supaya para atlit saling berkompetitif," jelasnya.

Selain itu dikatakan Salmon Naa, jika setiap ajang, beberapa kabupaten menyewa atlit dari luar Papua, lalu bagaimana dengan pembinaan atlit renang di Papua.
 
Ia juga berharap, tidak ada unsur politik dalama dunia olahraga di Papua. " Politik dalam olahraga harus dihindarkan karena akan mematikan motivasi pembinanan renang yang kita bina dengan susah payah di negeri cenderwasih ini," tambah Salmon Naa. (azk/SP)

Kategori:
Bagikan