seputarpapua.com

Oknum TNI Diduga Tembak Nelayan di Pomako, ini Penjelasan Kapendam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Oknum TNI Diduga Tembak Nelayan di Pomako, ini Penjelasan Kapendam
PEMAKAMAN – Alm. Theo Cikatem saat akan dimakamkan. Foto Sevianto. – Foto : Sevianto/SP

TIMIKA I Seorang warga nelayan asal Asmat, Theo Cakatem (20), tewas di Pelabuhan Nusantara Pomako, Rabu (9/8). Dugaan sementara korban tewas karena luka tembak di bagian perut oleh oknum anggota Korem 174/ ATW saat terjadi bentrok antar nelayan.

Berikut penjelasan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf.  M.  Aidi,  ketika dikonfirmasi seputarpapua.com, Kamis (10/8/17) hari ini.

Kapendam menjelaskan kronologis kejadian. Pada Rabu (9/8/17) sekitar pukul 14.30 WIT telah terjadi aksi serang antara masyarakat nelayan pribumi dan non pribumi  di depan Kantor Polsek KP3 Laut.

Beberapa anggota TNI dari unit Intel Korem 174/ATW yang bertugas memonitor situasi berusaha membantu aparat Kepolisian untuk melerai, namun justru ikut diserang massa.

Saat diserang massa yang semakin anarkis dan membuat keonaran di kantor Polsek Pelabuhan, Kopda A saat itu bersama Serka Y  merasa terpojok langsung mengeluarkan senjata laras pendek jenis FN.

Namun, saat itu ada seseorang yang memeluk Serka Y dari belakang dan mencoba merampas pistol miliknya, hingga mengakibatkan dia terjatuh dan menembak secara tidak sengaja sebanyak dua kali.

“Selanjutnya yang bersangkutan lari masuk kedalam Polsek KP 3 Laut,” katanya.

Kapendam menambahkan,  sebelum kejadian tersebut,  Ketua RT 08 Adam Cir dan Ketua Nelayan Sem Warnuse datang ke Polsek KP3 Laut guna membicarakan masalah perijinan mencari ikan nelayan non Papua yang disepakati oleh kepala kampung.

Disaat itu,  ada tiga warga  membuat onar, sehingga ketiga warga itu  ditarik dan sempat dianiaya oleh nelayan lainnya.

Pasca kejadian itu, gabungan masyarakat pribumi berkumpul dan menyerang nelayan non Papua, merusak fasilitas umum, menjarah perahu dan isi pemukiman nelayan non Papua.

“Massa juga melempari kantor polsek KP 3 Laut dengan batu, kayu, tombak dan panah,” katanya.

Akibat kejadian tersebut,  Theo Cikatem tewas akibat luka tembak pada bagian perut. Sedangkan Rudi, mengalami luka tembak bagian tangan sebelah kanan dan kini dirawat d RSUD Mimika.

Sementara dua orang anggota TNI,  Serka Y dan Kopda A juga terluka akibat amukan massa. Kopda A kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Mimika setelah mengalami luka serius di kepala dan bagian pinggang belakang.

“Serka Y dan Kopda A masing luka bocor di kepala,” ujarnya.

Atas insiden penembakan tersebut, saat ini anggota TNI yang terduga sebagai pelaku sudah ditangani dan diproses oleh Polisi Militer Kodam Cenderawasih.

Selain itu, Kodam 17 Cenderawasih telah membentuk Tim Investigasi yang dipimpin Danrem 174/ATW  Brigjend TNI Asep Gunawan.

“Mulai besok (Jumat 11/8/17) pagi  Brigjen Asep beserta Tim langsung terjun ke lapangan untuk melaksanakan pengumpulan keterangan,” tutup Kapendam. (ipa/SP)

Berita Terkait
Baca Juga