Razia Polres Mimika Temukan Miras dan Atribut Bintang Kejora

Kamis, 29 Nov 2018 15:12 WIT
Polisi saat mengamankan seseorang saat digelar razia.

TIMIKA | Kepolisian Resor Mimika, Papua melakukan razia dengan sasaran senjata tajam, minuman keras, narkoba dan atribut Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kamis (29/11). 

Razia digelar di pertigaan Jalan Sosial - Jalan Ahmad Yani, Bundara Check Point 28, dan Kwamki Narama, melibatkan sekitar 70an personel Polres Mimika dibantu BKO Brimob Maluku Utara yang bertugas di Timika.

Dalam razia tersebut, tiga warga masing-masing berinisial NW, JJ, dan AW ditemukan memakai tas Noken bercorak Bendera Bintang Kejora yang merupakan simbol Organisasi Papua Merdeka. 

Kemudian, BA (38), warga Kwamki Baru ditemukan membawa bambu yang akan digunakan membuat busur panah tradisional. Petugas menyita barang bukti dan warga tersebut diberi pemahaman.

Selain itu, petugas menemukan sekelompok warga dalam satu unit kendaraan roda empat membawa minuman keras beralkohol. Barang bukti miras itu pun langsung dimusnahkan di TKP. 

Plh. Kapolres Mimika AKBP Fernando Sanches Napitupulu mengatakan, razia dilakukan dalam rangka cipta kondisi kalender kamtibmas Polda Papua jelang Desember. 

"Dari tahun ke tahun bahwa tanggal 1, 14, 25 dan 31 Desember jelang pergantian tahun itu memang aktivitas masyarakat cukup meningkat. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, maka dilaksanakan kegiatan cipta kondisi salah satunya dengan razia," kata Fernando.

Fernando tak menampik jika oeperasi cipta kondisi itu salah satunya digelar menjelang 1 Desember yang diperingati sekelompok masyarakat Papua sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka. 

"Ya, memang ada saudara-saudara kita yang belum sepaham dengan kita. Tetapi bukan untuk itu saja, masyarakat lain yang akan melaksanakan kegiatan rutinnya juga harus kita jaga sama-sama," kata dia. 

Ia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa mendukung kegiatan kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif, utamanya pada Desember yang juga menjadi momen hari raya besar bagi umat Kristiani. 

"Jangan gampang terprovokasi oleh sekelompok orang. Kalau ada hal-hal atau informasi yang meragukan bisa ditanyakan kepada aparat," imbuhnya. 

"Sejauh ini situasi cukup kondusif. Karena itu, kita laksanakan kegiatan razia supaya bisa kita pertahankan situasi kondusif ini sampai akhir tahun dan seterusnya," tambah Fernando. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan