5 Klasis di Mimika Harap Pembangunan Gereja di Mile 32 Dilanjutkan

FOTO | Para Ketua Klasis GKI Kingmi Mimika koordinator Puncak Selatan usai melakukan pertemuan. (Foto: Ist/SP)
FOTO | Para Ketua Klasis GKI Kingmi Mimika koordinator Puncak Selatan usai melakukan pertemuan. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Para Tokoh Agama dari Lima Klasis Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Mimika, Papua memberikan dukungan penuh kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng atas upayanya membangun gereja di Mile 32.

Mereka berharap pembangunan gereja tersebut dilanjutkan, karena akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Mimika.

Lima klasis yang menginginkan pembangunan gereja tersebut dilanjutkan, yakni Klasis Tembagapura, Klasis Timika, Klasis Hoya, Klasis Jila dan Klasis Duma.

Pendeta Nikolaus Mom selaku Ketua Koordinator Amungsa, Gereja Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua mengatakan, masyarakat Amungme sudah berada di tanah sejak penciptaan Tuhan dan tidak akan pindah kemana-mana.

“Kami sudah berada disini, berarti kami butuh gedung gereja. Kebutuhan utama adalah rohani. Gedung gereja ada agar semua umat berkumpul bersama-sama untuk membangun kerohanian di dalam gereja,” kata Pendeta Nikolaus Mom usai melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Timika, pada Rabu (18/11).

Dikatakan, ia sebagai pimpinan gereja di Tanah Amungsa memberikan apresiasi kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng, yang sudah membangun gedung gereja sangat megah.

IKLAN-TENGAH-berita

Ketika pembangunan gereja tersebut rampung, kata Pendeta Nikolaus, maka gereja tersebut akan menjadi ikon utama di Kabupaten Mimika dan juga sejarah.

“Hak ini juga, kami ingin tunjukan kepada dunia bahwa kami orang Papua ada di sini,”ujarnya.

Selain itu, ditambahkan Pendeta Nikolaus, gereja yang dibangun tersebut juga akan menjadi tempat keluarga berkumpul sebagai umat Tuhan untuk pengejaran kerohanian.

“Tidak boleh koreksi kami, termasuk orang-orang yang datang. Kecuali kami yang harus melakukan koreksi diri. Karena kami sudah mengatakan kami adalah orang di sini. Pantas dan layak kami membangun gedung gereja karena kami ada di sini. Jika ada yang mau koreksi, maka kami persilahkan bertemu dengan kami para jemaat gembala. Kami menganggap Bapak Bupati adalah jemaat dan sudah sepantasnya Ia membangun gereja,” tegasnya.

Ia mengatakan, pembangunan gereja tersebut dimulai tahun 2016-2020. Ia berharap tahun depan para jemaah sudah bisa menggunakan gereja tersebut.

“Tujuan yang baik maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula,” tuturnya.

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar