50 OAP Malind Merauke Mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata

Suasana pelatihan pemandu wisata
Suasana pelatihan pemandu wisata

MERAUKE | Sebanyak 50 orang asli Papua dari Suku Malind pelaku usaha wisata di Kabupaten Merauke, Papua Selatan mengikuti pelatihan pemandu wisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat di Hotel Corein Merauke, Selasa (6/9/2022).

Pelatihan pemandu wisata ini dilaksanakan selama tiga hari.

Pelatihan tersebut melibatkan peserta yang berasal dari berbagai kampung dan distrik. Sebagian besar diikuti pelajar dari sejumlah SMK Pariwisata di Merauke. Namun ada juga beberapa warga yang mengelola tempat wisata dilibatkan dalam kegiatan pelatihan tersebut.

Staf ahli bupati bidang pemerintahan, hukum dan politik, Frumensius Obe menyatakan pemerintah daerah Kabupaten Merauke memberikan perhatian yang cukup serius terhadap pariwisata dan kebudayaan di Merauke.

Ada sejumlah kampung wisata yang didorong pemerintah setempat, seperti di Kampung Rawa Biru dan Kampung Yanggandur.

Sementara untuk kebudayaan pemerintah mengagendakan kegiatan festival budaya setiap tahunnya,  seperti festival Ndambu.

“Potensi pariwisata di Kabupaten Merauke sangat banyak. Alam di kabupaten ini sangat mempesona, tidak kalah dengan daerah lain. Juga memiliki nilai ekowisata yang sangat tinggi. Begitu juga dengan budaya Malind yang sangat unik dan menarik. Ini harus terus didorong,” kata Obe dalam sambutannya.

Obe mengatakan, pembangunan pariwisata dan kebudayaan harus dimulai dari bawah. Maksud dia urusan pariwisata dan kebudayaan harus bersifat partisipatif.

Ada keterlibatan masyarakat, terutama orang asli Malind yang memiliki hak ulayat, tempat wisata dan budaya.

Keterlibatan orang asli Papua sejatinya untuk menumbuhkan sekaligus mendorong perekonomian mereka.

“Pembangunan pariwisata harus bersifat partisipatif, adanya kreatif, memiliki nilai jual dan saya saing yang tinggi dengan daerah lain. Keterlibatan orang asli Papua sangat penting. Sebagai pemilik negeri, mereka harus dilibatkan, sehingga ekonomi masyarakat ikut terdongkrak,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Benhur Rentandatu menyatakan pelatihan pemandu wisata baru pertama kali dilaksanakan oleh dinas setempat setelah adanya alokasi anggaran dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk kegiatan dimaksud. Dana yang digelontorkan sebesar Rp200.700.000.

“Ini berkat Tuhan yang diberikan lewat kebijakan pimpinan daerah melalui dinas pariwisata tahun anggaran 2022. Dinas Pariwisata Merauke diberikan alokasi dana otsus untk melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk pelatihan pemandu wisata khusus orang asli Papua. Anggarannya 200.700.000 untuk kegiatan ini,” kata Benhur.

Benhur mengatakan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Merauke berkomitmen memajukan pariwisata di sana.

Dinas tidak hanya menyiapkan obyek-obyek wisata secara fisik, tapi juga menyiapkan sumber daya manusia pelaku usaha pariwisata. Secara khusus juga menyiapkan pelaku usaha pariwisata OAP yang mengelola obyek-obyek wisata.

“Kami merasa pelatihan sangat penting untuk kita mempersiapkan sumber saya manusia orang asli Papua pelaku usaha pariwisata secara baik,” tuturnya.

Benhur menambahkan, ada program yang menjadi program primadona dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni desa wisata.

Sejalan dengan program kementerian tersebut, Dinas Pariwisata Merauke tengah mendorong enam desa di sana untuk menjadi kampung wisata. Ke enam kampung itu adalah Yanggandur, Rawa Biru, Wasur, Sota, Wayau dan Salor.

“Kami sudah mengidentifikasi 6 kampung ini dan memang memiliki nilai serta potensi wisata yang sangat baik. Apa yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat kita terjemahkan di daerah,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Emanuel
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.