seputarpapua.com

Dua Korban Bentrok Nelayan di Pomako Masih Dirawat di RSUD

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Dua Korban Bentrok Nelayan di Pomako Masih Dirawat di RSUD
DIRAWAT – Kopda A, ketika menjalani perawatan medis di IGD RSUD Mimika, akibat luka yang dialaminya saat berupaya merelai bentrok nelayan di Pomako. Foto istimewa. – Foto : Istimewa

TIMIKA I Dua korban bentrok antar nelayan di depan Polsek KP3 Laut Pomako,  Timika,  Papua, hingga kini masih dirawat di RSUD Mimika, Kamis (10/8/17). Salah satunya, anggota TNI AD, yaitu  Kopda A.

Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena mengatakan, pasca bentrok antar nelayan pihaknya menerima empat korban. Dimana satu diantaranya meninggal dunia, yaitu Theo Cikatem (20). Sementara tiga lainnya yaitu, Kopda A,  Rudi dan Amir mengalami luka-luka.

“Saat ini tinggal dua yang kita rawat secara insentif. Sementara untuk Amir hari ini, Kamis (10/8/17) sudah diperbolehkan pulang,” kata Lucky saat dihubungi seputarpapua.com melalui telepon selulernya, Kamis (10/8/17).

Lucky menjelaskan, saat ini kondisi Kopda A sudah lumayan membaik dibandingkan pada saat pertama dibawa ke RSUD. Dimana pada saat itu kondisi Kopda A mengalami kritis. Namun setelah menjalani perawatan secara insentif, kondisinya berangsur-angsur membaik.

“Kondisi Kopda A sudah lumayan baik dibandingkan kemarin. Dan sekarang masih menjalani perawatan di Bangsal Mambruk, RSUD Mimika,” jelasnya.

Menurut dia,  Kopda A masih harus menjalani perawatan medis karena mengalami luka robek pada punggung bagian belakang, yang diindikasikan terkena benda tajam.

Akibat luka robek tersebut, terdapat urat nadi yang putus. Sehingga saat ini kedua kaki dan lengan tangan Kopda A tidak bisa digerakkan.

“Dua dokter spesialis bedah dan saraf sedang observasi Kopda A. Karena lengan dan kaki tidak bisa digerakkan, yang kemungkinan disebabkan ada urat nadi yang putus,” ujarnya.

Sementara korban lainnya yang masih dirawat,  yaitu Rudi Sapan (27). Korban mengalami luka pada tangan kanan, yang diindikasikan terkena tembakan.

“Rudi masih menjalani perawatb dan saat ini sedang berada di Bangsal Mambruk,” tuturnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada permintaan atau surat pengantar dari Kepolisian untuk dilakukannya visum et repectum. Tetapi secara fisik sudah dilakukan pemeriksaan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban pertikaian. Tapi untuk permintaan visum belum ada,” akunya.(mjo/SP)

Berita Terkait
Baca Juga