seputarpapua.com

Kopda Andi, Korban Bentrok Nelayan di Pomako akan Dievakuasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kopda Andi, Korban Bentrok Nelayan di Pomako akan Dievakuasi
DIRAWAT – Kopda A, ketika menjalani perawatan medis di IGD RSUD Mimika, akibat luka yang dialaminya saat berupaya merelai bentrok nelayan di Pomako

TIMIKA | Kopda Andi,  anggota intel Kodim 1710/Mimika yang menjadi korban saat bentrok antar nelayan di depan Polsek KP3 Laut Pomako, Timika,  Papua akan dievakuasi ke Surabaya.

Kopda Andi kini masih dirawat di RSUD Mimika akibat luka serius yang dialaminya.

Danrem 174/ATW Brigjend Asep Setia Gunawan menjelaskan,  keberadaan Kopda Andi dan Serka Y di Pomako  karena menjalankan tugas untuk melakukan monitoring wilayah. Disaat bersamaan terjadi bentrok antar nelayan pribumi dan non pribumi.

Sebagai aparat keamanan,  Kopda Andi dan Serka Y berupaya untuk merelai bentrok tersebut. Namun,  upaya yang sudah dilakukan itu berujung maut.  Dimana Kopda Andi harus terkena tombak dibagian badan belakang.  Sementara Serka Y,  mengalami luka pada bagian kepala.

“Kopda Andi itu di tombak dibagian belakang,” kata Danrem, di Timika, Kamis (10/8/17) malam.

Menurut Danrem,  maksud Serka Y mengeluarkan pistol FN miliknya agar ingin menyampaikan bahwa ia dan Kopda Andi adalah aparat keamanan.

Saat Serka Y mengeluarkan pistolnya,  justru ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan berupaya merampas pistol tersebut.

“Saat itulah terjadi letusan,  yang diduga dari pistol Serka Y,” ucap Danrem.

Kondisi Kopda Andi,  saat ini kata Danrem harus menjalani perawatan serius, sehingga harus dievakuasi ke Surabaya.

Pasalnya,  menurut Danrem, akibat luka yang dialami Kopda Andi, kedua tangan dan kakinya tidak dapat digerakan karena ada urat saraf yang putus.

“Kondisi Kopda Andi sangat memprihatinkan,  sehingga harus di evakuasi ke Surabaya,” kata Danrem. (ipa/SP)

Berita Terkait
Baca Juga