Tiga Jasad Korban Pembantaian KKSB Nduga Belum Ditemukan

Kamis, 06 Des 2018 18:23 WIT
Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto didampingi Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih usai meninjau proses identifikasi korban di Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pencarian terhadap tiga jenazah korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan, pada Kamis (6/12) pagi hingga siang pihaknya sudah melakukan evakuasi para korban pembantaian lainnya di Distrik Mbua. 

“Saya dan Kapolda beserta jajaran semaksimal mungkin bekerja agar upaya evakuasi ini berjalan lancar,” kata Pangdam di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika, Kamis. 

Kata Pangdam, dari laporan sementara korban meninggal dunia tercatat 16 orang. Delapan jenazah korban telah dievakuasi ke Timika pada Kamis siang. Sementara jenazah korban lainnya belum bisa dievakuasi karena faktor cuaca. 

Tiga dari 16 korban yang diduga merupakan karyawan PT. Istaka Karya belum ditemukan karena kemungkinan dibantai di tempat terpisah. Terakhir aparat menemukan lima korban meninggal dunia. 

“Saat ini anggota masih melakukan pencarian terhadap tiga korban yang diduga meninggal dunia di puncak Kabo,” kata Pangdam.

Ia mengatakan, proses evakuasi korban ke Distrik Mbua banyak menemukan kendala, salah satunya adalah kondisi geografis. Medan perbukitan yang dikitari tebing terjal dan hutan belantara menyulitkan aparat menjangkau semua lokasi. 

Ditambah lagi dengan situasi keamanan yang masih adanya gangguan tembakan oleh KKSB. Dari informasi terakhir, bahkan masih terjadi kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan KKSB pimpinan Egianus Kogoya. 

“Walaupun kondisinya seperti itu, namun disini saya tegaskan, pemerintah harus hadir. Kami tidak akan takut menghadapi hal tersebut, karena itu sudah tugas. Dan pembangunan akan tetap berlanjut,” tegasnya. 
 
Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin menambahkan, dalam beberapa kasus penembakan, KKSB akan menunggu jenaslzah. Dan mereka akan melakukan penyerangan terhadap anggota yang mengevakuasi jenasah tersebut. 

Seperti kasus di Lani Jaya contohnya, mereka menembak anggota yang melakukan evakuasi. Termasuk sekarang yang terjadi ini di Bukit Kabo. Mereka dari ketinggian dan anggota yang melakukan evakuasi ditembaki.

“Seperti yang dikatakan panglima, ini memang tugas TNI-Polri. Sehingga mohon doa restu, agar cuaca di atas cerah untuk melakukan evakuasi jenazah lainnya,” kata Kapolda. 

Kapolda menambahkan, kabupaten ini dari dulu sampai sekarang menolak kehadiran TNI-Polri. Sehingga sampai sekarang ini, TNI-Polri hanya memiliki Polsek dan Pos Koramil di sana.  

“Dengan peristiwa ini kami akan menempatkan personil di sana,” ujarnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan