Kebutuhan Telur dan B2 Jelang Natal Dipastikan Cukup

Kamis, 06 Des 2018 19:13 WIT
Ir. Yosephine Sampelino

TIMIKA | Menjelang hari raya Natal 2018, Dinas Peternakan Kabupaten Mimika memastikan kebutuhan masyarakat terhadap telur dan daging babi (B2) ercukupi.

Kepala Dinas Peternakan, Yosephine Sampelino mengatakan, saat ini produksi telur oleh peternak di Mimika sudah mencapai 9 Ton per hari, sehingga ia memastikan bahwa kebutuhan untuk natal dan tahun baru bisa sangat terpenuhi.

Sedangkan untuk daging babi sendiri,  persiapan menjelang natal telah disediakan kurang lebih 1000 ekor.

"Saat ini untuk telur dan daging babi kita sudah produksi sendiri dan tidak ada lagi pemasukan dari luar," kata Yosephine saat diwawancara, Kamis (6/12).

Menurutnya, setiap tahun peningkatan kebutuhan akan daging babi menjelang natal mencapai 20 sampai 30% dibanding hari-hari biasa. Itu tidak termasuk babi-babi yang digunakan untuk acara bakar batu karena tidak termasuk dalam kontrol Dinas Peternakan.

"Kita rata-rata potong babi itu 10 sampai 15 ekor per hari, rata-rata itu 50kg 1ekor. Kalau Natal ini bisa sampai 100-200 ekor per hari. Apalagi tahun baru itu lebih banyak lagi," jelasnya.

Kata dia, kebutuhan masyarakat untuk bibit babi ssetiap tahunnya mencapai 1000 sampai 1500 ekor, sedangkan distribusi oleh Disnak sendiri hanya sekitar 500 ekor.

"Tapi sudah tersedia juga di peternak, jadi banyak juga peternak-peternak kita yang memproduksi bibit, jadi sumber bibit kita sudah cukup juga untuk memenuhi itu," katanya.

Yosephine menambahkan, untuk daging ayam dan sapi hingga saat ini masih membutuhkan pasokan dari luar Timika, mengingat produksi oleh peternak di Timika masih belum stabil. 

Dijelaskan, salah satu kendala untuk peternakan ayam pedaging sekarang ini yaitu Disnak belum memiliki freezer yang besar. 

"Jadi setelah dibersihkan di rumah potong unggas skalai kecil, harusnya kan langsung masuk ke freezer itu, cuma dalam tempo 8 jam sudah beku. Sesudah beku baru mereka bawa untuk disimpan di freezer mereka masing-masing," jelas Yosephine.

"Karena sekarang ini belum ada freezer itu maka setelah dibersihkan mereka bawa pulang ke rumah, masuk di freezer mereka kan lama baru beku, jadi kurang bagus," katanya lagi 

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum bisa mengurangi pasokan dari luar, dikhawatirkan jika pasokan dikurangi nantinya kebutuhan masyarakat di Timika sendiri tidak terpenuhi.

"Jadi kami memang betul-betul memastikan bahwa peternak kita sudah siap kemudian dia sudah secara continue memenuhi kebutuhan di Mimika, baru kita bisa kurangi pemasukan," tuturnya.

Di 2019, Yosephine akan melakukan pengadaan freezer besar, selain untuk memenuhi kebutuhan di Mimika tanpa pasokan dari luar, ini juga untuk persiapan PON 2020 mendatang.

"Kemarin kita sudah bahas di Provinsi, dan tahun ini kita sudah siapkan," katanya. (Nft/SP)

Kategori:
Bagikan