seputarpapua.com

Hari Ini Danrem Pimpin Investigasi Tewasnya Theo Cakatem

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Hari Ini Danrem Pimpin Investigasi Tewasnya Theo Cakatem
Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengunjungi kediaman korban penembakan di Pomako, Timika, Kamis (10/8/17) – Foto : Sevianto/SP

TIMIKA | Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan,  hari ini Sabtu (11/8/17) memimpin investigasi kasus penembakan yang menewaskan Theodorus Cakatem (20), saat terjadi bentrok antar nelayan di Polsek KP3 Laut Pomako,  Timika,  Papua, Rabu (9/8/17) lalu.

“Saya diperintah Pangdam 17 Cenderawasih untuk pimpin investigasi ini,” kata Danrem di Timika, Kamis (10/8/17) malam.

Investigasi ini, kata Danrem, melibatkan Polisi Militer Angkatan Darat, Detasemen Intel Kodam dan Korem. Hasil investigasi nantinya akan disampaikan secara terbuka.

“Kami akan minta keterangan di TKP untuk mengetahui penyebab kematian korban,” katanya.

Untuk terduga pelaku Serka Y saat ini sudah diamankan untuk ditangani pihak Polisi Militer (POM) AD. Termasuk barang bukti satu pucuk pistol FN 45.

“Terduga Serka Y sudah diamankan di POM,” katanya.

Danrem menjelaskan,  keberadaan Kopda Andi dan Serka Y di Pomako  karena menjalankan tugas untuk melakukan monitoring wilayah. Disaat bersamaan terjadi bentrok antar nelayan pribumi dan non pribumi.

Sebagai aparat keamanan,  Kopda Andi dan Serka Y berupaya untuk melerai bentrok tersebut. Namun,  upaya yang sudah dilakukan itu berujung maut.  Dimana Kopda Andi harus terkena tombak dibagian badan belakang.  Sementara Serka Y,  mengalami luka pada bagian kepala.

Maksud Serka Y mengeluarkan pistol FN miliknya agar ingin menyampaikan bahwa dirinya dan Kopda Andi adalah aparat keamanan.

Saat Serka Y mengeluarkan pistolnya,  justru ada seseorang yang memeluknya dari belakang dan berupaya merampas pistol tersebut.

“Saat itulah terjadi letusan,  yang diduga dari pistol Serka Y,” ucapnya.

Akibat dari peristiwa itu, Kopda Andi harus menjalani perawatan serius, sehingga harus dievakuasi ke Surabaya.

Pasalnya, akibat luka yang dialami Kopda Andi, kedua tangan dan kakinya tidak dapat digerakan karena ada urat saraf yang putus. Sementara,  Serka Y mengalami luka dibagian kepala.

“Kondisi Kopda Andi sangat memprihatinkan,  sehingga harus di evakuasi ke Surabaya,” katanya

Atas persitiwa ini juga,  Danrem atas nama pibadi dan satuan TNI AD menyampaikan turut berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban,

“Atas nama Danrem dan TNI saya minta maaf atas kejadian yang terjadi di Kawasan Pelabuhan Pomako,” ucapnya.

Danrem juga menyampaikan,  segala persoalan yang terjadi agar segera diselesaikan dengan baik.

“Jangan persoalan tersebut menjadi besar, sehingga akibatnya terjadi korban baik itu manusia dan harta benda,” tuturnya. (ipa/SP).

Berita Terkait
Baca Juga