Sekretariat KNPB Timika Dijadikan Pos Terpadu TNI-Polri

Sekretariat KNPB Timika Dijadikan Pos Terpadu TNI-Polri
Anggota TNI-Polri saat menjaga Pos Keamanan Terpadu di bekas Sekretariat KNPB Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | TNI-Polri telah melakukan take over (mengambil alih) Sekretariat KNPB Timika untuk dijadikan pos keamanan terpadu sementara, pasca penggeledahan yang dilakukan pada Senin (31/12), 

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan,  Sekretariat KNPB yang terletak di Jalan Sosial diambil alih TNI Polri agar tidak terjadi gerakan-gerakan yang dilakukan simpatisan.

"Kami jadikan pos keamanan terpadu TNI-Polri di bekas Sekretariat KNPB Timika,"kata Kapolres yang didampingi Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan di Pos Keamanan Terpadu, Rabu (2/1).

Untuk menduduki pos tersebut, pihaknya menyiagakan satu regu TNI dan Brimob. Namun jumlah tersebut belum dipastikan tetap karena akan melihat kondisi keamanan.

"Kami tempatkan personil gabungan, yang bertujuan agar tidak ada lagi kegiatan yang sama,"ujarnya.

Kapolres juga mengatakan, sekarang ini pihaknya tengah mendalami beberapa titik lainnya yang dioperasikan dengan kegiatan serupa. Apabila hal tersebut benar, maka akan ditindak tegas. 

IKLAN-TENGAH-berita

"Pada prinsipnya kami tidak mentolerir kegiatan yang berniat makar dan menghasut masyarakat untuk menyeberang dari NKRI,"tegasnya.

Sementara menyangkut enam orang yang diamankan sementara. Kata Kapolres, pihaknya sudah meminta keterangan terhadap berkaitan dengan kegiatan dan selebaran. Kegiatan tersebut untuk konsolidasi dengan menyalahkan TNI-Polri serta menghasut masyarakat untuk ikut serta.  Ini tergolong dalam kategori makar. 

Namun dari pemeriksaan intensif,  pihaknya belum mengetahui siapa yang mengeluarkan surat tersebut, karen tidak diakui oleh Ketua KNPB Timika (YW). 

"Mereka kami kembalikan, tapi diikat dengan surat peryataan tidak akan melakukan kegiatan serupa dan akan kembali ke NKRI. Dan mengimbau, apabila ingin membangun daerah ini mari bersama-sama jangan memisahkan diri. Karena apapun kegiatan ada intrik, simbol, dan lambang baru akan ditindak tegas,"ungkapnya.

Sementara Dandim 1710 Mimika mengatakan, TNI siap mendukung Polri dalam menjaga keamanan di daerah ini. Terlebih lagi, apa yang dilakukan oleh KNPB bersifat makar.

"Kami sudah sepakat tidak mentolerir semua kegiatan makar. Tidak ada negara di dalam negara. NKRI harga mati,"tegasnya.(mkr/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar