seputarpapua.com

Bupati Dinilai Ingkar Janji, Ketua Hanura Mimika Kecewa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Bupati Dinilai Ingkar Janji, Ketua Hanura Mimika Kecewa
Saleh Alhamid – Foto : Sevianto/SP

TIMIKA | Bupati Mimika, Papua, Eltinus Omaleng dinilai ingkar janji setelah mendapat dukungan DPP Partai Hanura untuk bertarung sebagai petahana di Pilkada Mimika 2018 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Mimika, Papua, Saleh Alhamid mengatakan, Bupati Eltinus sebelumnya telah sepakat untuk menyelesaikan masalah DPRD Mimika sebagai syarat mendapat dukungan Partai Hanura.

Saleh menyampaikan permintaan secara terbuka untuk ‘membarter’ masalah DPRD dengan dukungan Partai Hanura, saat Eltinus menemui Tim Seleksi Partai Hanura Pusat di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Saat itu beliau (Eltinus) dengan ikhlas menyatakan kesediannya terhadap permintaan saya. Saya menyampaikan hal itu secara terbuka di hadapan ketua tim seleksi pusat,” kata Saleh di Timika, Minggu (13/8/17).

Selaku pimpinan partai di kabupaten, Saleh hanya berupaya tunduk mengikuti kebijakan dan kewenangan pimpinan Partai Hanura pusat, sehingga harus merelakan dukungan partainya kepada Eltinus maju sebagai petahana.

“Walaupun DPC dan DPD belum mengusulkan nama calon, namun DPP telah mengambil keputusan sesuai kewenangan yang dituangkan dalam PO No: 01/DPP- HANURA/VI/2017. Bahwa dalam hal tertentu yang bersifat strategis dan politis, ketua umum DPP Hanura dapat mengambil keputusan sendiri,” tuturnya.

Sesungguhnya, Saleh menyadari jika Eltinus sebetulnya tidak layak mendapat dukungan partai tersebut. Sebab merujuk pada Pasal  6 ayat (2) huruf (c) tentang persyaratan khusus cabup bahwa calon harus memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, tidak tercela, tidak terlibat narkoba dan terutama tidak memiliki masalah hukum.

“Sementara Pak Eltinus saat ini telah memiliki masalah hukum yakni putusan Mahkamah Agung RI nomor 01 P/Khs/2017  tanggal 30 Maret 2017, secara sah dan menurut hukum Eltinus menggunakan ijasah palsu saat mendaftarkan diri sebagai calon bupati periode 2014 – 2019,” kata Saleh.

Karena itu, Saleh sangat menyesalkan sikap Eltinus yang seolah sama sekali tidak menghargai dukungan Partai Hanura. Padahal, sebelumnya Eltinus bahkan pernah menyerang kader Hanura dan berniat melengserkan salah satu perwakilannya di kursi DPRD Mimika.

“Pada akhirnya beliau juga berjuang mati-matian untuk mendapatkan dukungan partai Hanura. Beberapa kader Hanura yang punya kans untuk maju sebagai cabup justru tidak mendapat dukungan pusat. Tapi kenapa dukungan itu tidak bernilai sama sekali di mata Pak Eltinus,” sesalnya.

Saleh menilai, langkah Eltinus ingin memborong partai politik untuk melawan kotak kosong di Pilkada 2018 adalah sebuah hal yang sangat keliru. Sebab menurutnya, hal itu tidak akan pernah terjadi.

“Saya melihat pak Eltinus hanya ingin memiliki dukungan partai, bukan dukungan massa atau simpatisan partai dan hal ini sangat riskan,” sebutnya.

Ketua Komisi A DPRD non aktif ini mengimbau orang-orang di sekeliling Eltinus agar menghentikan bisikan-bisikan menyesatkan sehingga tidak menjadi bumerang saat Pilkada nanti.

“Rakyat Mimika sudah cerdas dan dapat menentukan pilihan mereka, apalagi Pilkada masih lama. Jika mesin partai tidak dimanfaatkan, maka sebanyak apapun memiliki dukungan partai tidak dapat dijadikan jaminan untuk memenangkan Pilkada 2018,” imbuhnya. (rum/SP)

Berita Terkait
Baca Juga