Presiden Diminta Bentuk Tim Investigasi Terkait Pipa Bocor di Freeport

Selasa, 29 Jan 2019 15:59 WIT
Aksi demo damai oleh pendulang emas tradisional di Kantor DPRD Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kuasa hukum Forum Komunitas Pendulang Timika, Yosep Tomorutubun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim investigasi guna menyelidiki kasus bocornya pipa konsentrat emas perak dan tembaga milik PT Freeport Indonesia.


"Kami minta Presiden bentuk tim investigasi untuk menyelidiki sebab musabab terjadinya pipa bocor milik Freeport," kata Yosep saat orasi di demo damai ratusan pendulang tradisional di Kantor DPRD Mimika, Selasa (29/1).


Kata dia, kebocoran pipa konsentrat milik freeport disinyalir sebagai penyebab toko emas di Timika tutup karena dituding sebagai penadah dari pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kebocoran pipa tersebut. 


"Diduga ada beberapa pemilik toko emas yang menerima hasil dari pipa," ujarnya.


Lanjut Yosep, area PT Freeport Indonesia itu merupakan obyek vital nasional (obvitnas) yang pelaksanaan pengamanannya dilakukan oleh TNI-Polri. Untuk itu,  apabila terjadi pipa bocor, maka diduga ada oknum-oknum yang bermain.


Ia meminta tim investigasi ini diketuai langsung oleh Presiden dengan melibatkan Panglima TNI dan Kapolri.


"Dengan dibentuknya tim investigasi yang diketahui langsung oleh Presiden, maka benar-benar mengungkap siapa yang melakukan hal tersebut. Karena saya yakin, beliau-beliau ini tidak tau yang terjadi di lapangan," tuturnya.


Ia menambahkan, apabila dari hasil investigasi tersebut ternyata ada oknum-oknum yang bermain dan mengambil keuntungan dari peristiwa ini baik itu dari aparat keamanan atau pendulang sendiri agar ditindak tegas. 


"Terhadap oknum yang melakukan sampai terjadinya pipa bocor, maka harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Sehingga jadi pembelajaran terhadap pihak lainnya," ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan