Generasi Milenial Optimis Menyongsong Revolusi Media Digital

Jumat, 08 Feb 2019 12:04 WIT
Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

SURABAYA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyelenggarakan Seminar Nasional Media bertajuk “Yang Muda yang Berkarya" - Generasi Milenial Optimis Menyongsong Revolusi Media Digital. 

Kegiatan yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2), dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2019 menghadirkan tiga pengusaha muda sukses yakni Mahmudi Fukumoto (pengusaha Jepang asal Tulungagung, Jawa Timur), Angki Trijaka (IeSPA), Gigih Septianto (secare.id), dan Kamidia (kreatif industri). 

Sekretaris Jenderal PWI pusat Mirza Zulhadi dalam sambutannya mengatakan, pemanfaatan teknologi digital khususnya melalui smartphone tidak hanya sebatas untuk bersosialisasi lewat media sosial. Akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kemajuan. 

"Handphone tidak hanya diapakai untuk WA saja, tetapi memang ada hal tertentu yang perlu dimanfaatkan secara optimal, karena disitulah letak kemajuannya," kata Zulhadi. 

Generasi milenial, kata dia, harus mengoptimalkan penuh berbagai sarana seiring kemajuan teknologi digital yang sangat cepat. 

"Karena nemang sudah kenyataan seperti itu, dengan perkembangan teknologi sangat pesat, walaupun di negara lain sudah jauh sangat berkembang dibandingkan kita," katanya. 

Wakil Gubernur Jatim, Sayfullah Yusuf, yang membuka seminar ini merangsang generasi milenial benar-benar siap menghadapi industri era 4.0, dimana segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah melalui sebuah "pabrik cerdas" internet dan komputerisasi. 

"Indonesia tidak seburuk dan tidak sebaik yang dibayangkan, saya kira ini pandangan yang obyektif untuk mengambil langkah di semua bidang dalam rangka menghadapi industri 4.0, bahkan di negara lain sudah memasuki era 5.0 seperti di Jepang," ujarnya. 

Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul membeberkan hasil penelitian bahwa orang Indonesia hanya 7 menit sehari tidak pegang ponsel, sedangkan orang asing hanya 3,5 jam sehari pegang ponsel.

"Ada sesuatu yang kadang kita tidak duga, dan perkembangan teknologi ternyata lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kita masih berkutat sekedar bermain ponsel, orang sudah memanfaatkan ini untuk kemajuan," kata dia. 

Adapun dalam seminar itu, tiga pengusaha muda sukses berbagi cerita kunci kesuksesan mereka di hadapan para pelajar, mahasiswa, dan pelaku start up. 

Disampaikan bahwa kunci sukses itu antara lain percaya diri, punya mimpi dan niat baik, berani memperjuangkan ide jadi kenyataan. Juga memegang etika dan ikhlas, menghargai waktu, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

Para pengusaha muda menyarankan pentingnya punya mimpi. Seperti yang dilakukan Angki Trijaka saat membangun IeSPA. Selain mimpi, juga niat baik agar dengan IT dan ide-ide bagus bisa membantu banyak orang, seperti yang dilakukan Gigih Septianto dengan usahanya, WeCare. 

Selain itu juga, perlu terampil memadukan media sosial dengan kreasi-kreasi 10 langkah ke depan sehingga tidak takut ditiru, seperti yang dilakukan Nadya Kirana, Afina Candarini, dengan produk fesyennya, Kami Idea. 

Peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, Jawa Timur, yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada puncak acara, 9 Februari 2019, mengusung tema "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital". (rum/SP)

Kategori:
Bagikan