Parah!! Pengiriman Logistik Pemilu Dicampur dengan Bahan Bangunan dan Pupuk

Senin, 11 Feb 2019 19:54 WIT
KPU,Bawaslu dan Kepoliasian saat menjemput logistik (Foto: Kesman/SP)

TIMIKA | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mimika, Provinsi Papua menyesalkan kondisi pengiriman logistik Pemilu 2019. Pasalnya, dokumen negara yang seharusnya terjaga keadaanya ini dikirim bercampur dengan barang lain dalam satu kontainer.


Parahnya lagi, logistik Pemilu 2019 ini bercampur dengan bahan bangunan dan pupuk tanaman. 


“Kami sangat sayangkan dengan kondisi logistik Pemilu yang kami terima karena pertama kontener tidak tersegel,  lebih parahnya lagi bercampur dengan bahan bangunan dan pupuk tanaman," kata Komisoner Bawaslu Mimika, Budiono, di Kantor KPU Mimika, Senin (11/2).


Ia menduga ada kelalaian dari pihak ketiga atau perusahaan yang bertanggung jawab soal pengiriman logistik Pemilu ke Mimika. PT Samudera Agung Papua menjadi pihak yang paling bertanggungjawab terkait pengiriman logistik dari Surabaya ke Papua.


Logistik Pemilu ini bukan hanya untuk Kabupaten Mimika, tetapi juga kabupaten tetangga seperti Asmat, Nduga dan Puncak. 


"Ini sangat kami sayangkan. Terlebih lagi sudah menyalahi aturan. Karena seharusnya satu kontainer ini membawa logistik surat suara, bukan dicampur-campur dengan bahan lain," ujarnya.


Sementara itu, Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola menegaskan akan  memanggil pihak ketiga yang bertanggungjawab terhadap pengiriman logistik ini. Pihaknya bahkan akan mengevaluasi karena menyangkut dokumen negara yang harus betul-betul terjaga keadannya. 


"Saat ini logistik berupa sampul sudah tiba kantor KPU. Sekarang sedang dilakukan penghitungan dan pegecekan kembali oleh petugas," kata Indra.


Penjemputan logistik Pemilu 2019 dilakukan oleh KPU Mimika  menggandeng Bawaslu Mimika dan pihak Kepolisian di Pelabuhan Poumako, Senin. 


Saat ini, sampul yang baru diterima oleh KPU berada di gudang bersama dengan logistik lainnya, seperti kotak suara dan bilik suara. (Cr-1/SP)

Kategori:
Bagikan