Polisi Menangkan Praperadilan Pengusaha Emas di Timika

Senin, 11 Feb 2019 21:45 WIT
Sidang putusan gugatan praperadilan pengusaha emas di PN Kota Timika, Senin (11/2). (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kepolisian Daerah Papua memenangkan praperadilan yang diajukan pemilik Toko Emas Amolongo di Timika atas dugaan tindak pidana pertambangan dalam hal menampung, memanfaatkan, dan menjual mineral yang bukan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). 

Hakim tunggal Steven Cristian Walukow dalam sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Kota Timika, Senin (11/2), menyatakan sah penetapan tersangka dua pengusaha emas Evan Waluyo Restongadji dan Rizki Taufan Hariko. 

"Menyatakan dan menetapkan penetapan tersangka oleh Kepolisian Daerah Papua cq Kepolisian Resor Mimika adalah sah," kata Steven Walukow memukul palu sidang. 

Kepala Bidang Hukum Polda Papua, Kombes Pol Kolestra Siboro mengatakan, tim bantuan hukum Polda Papua pada prinsipnya sudah mengikuti semua proses penyidikan bahwa kegiatan penangkapan kedua tersangka sudah diawali dengan penyelidikan.

"Tidak sampai disitu, juga sudah ditindak lanjuti dengan kegiatan gelar perkara dalam rangka untuk memastikan bahwa apakah kegiatan yang dilakukan tersangka merupakan pelanggaran hukum," kata Kombes Siboro. 

Dari hasil gelar perkara sebelumnya, pihak kepolisian sebenarnya sudah meyakini memiliki bukti yang kuat untuk melakukan penangkapan kedua tersangka dan menggeledah Tokoh Emas Amolongo miliknya di Jalan Leo Mamiri, Kota Timika. 

"Materi pokok yang dipraperadilankan itu sudah jelas, serta bukti-bukti lain kita sudah bisa hadirkan. Karena memang tahapan semua itu sudah dilakukan sehingga dalam menghadapi gugatan praperadilan ini kami tidak ragu," katanya. 

Kuasa Hukum tersangka, Yassiro Ardhana Rahman, menerima putusan pengadilan dan menyatakan siap mendampingi kedua tersangka dalam menghadapi perkara tersebut. 

"Tapi kita tetap memperjuangkan keadilan bagi tersangka ini. Karena kami melihat ada dugaan sesuatu yang mis dalam kasus ini," kata Ardhana Rahman, Advokad dan Konsultan Hukum yang berkantor di Karangploso, Malang, Jawa Timur. 

Tersangka Evan Waluyo Restongadji dan Rizki Taufan Hariko ditangkap pada 19 Desember 2018 di Toko Emas Amolongo miliknya di Jalan Leo Mamiri, Kota Timika. 

Kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana pertambangan dalam hal menampung, memanfaatkan, menjual mineral yang bukan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagaimana diatur dalam Pasal 161 jo Pasal 158, Pasal 164 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). 

Dalam kasus ini, penyidik menyita barang bukti emas seberat 3,8 kilogram. Kedua tersangka juga diduga sebelumnya telah  mengirimkan 5 kilogram emas ke Makassar.

Tersangka membeli dan menampung emas termasuk yang dijual para pendulang tradisional dari bantaran Kali Kabur (Sungai Ajikwa), area pembuangan limbah pertambangan PT Freeport Indonesia. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan