KPU Mimika akan Surati Ekspedisi dan Percetakan Sampul Pemilu 2019

Selasa, 12 Feb 2019 20:30 WIT
Proses pembongkaran logistik Pemilu 2019 berupa sampul oleh KPU Mimika, Bawaslu Mimika, dan pihak Kepolisian. (Foto: Dok/SP)

TIMIKA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika berencana menyurat secara resmi kepada percetakan dan ekspedisi pengiriman logistik sampul Pemilu 2019. 

Pasalnya pengiriman logistik Pemilu 2019 berupa sampul dan diterima oleh KPU Mimika pada Senin (11/2) kemarin bercampur dengan barang lainnya dalam satu kontainer.

“Inikan dokumen negara, sehingga tidak boleh tercampur dengan barang lainnya,”kata Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola di Timika, Selasa (11/2).

Kata dia pihaknya akan melakukan evaluasi proses pengiriman sampai penerimaan dan akan menyikapi hal ini secara serius.

“Kami akan menyurat secara resmi kepada pihak-pihak, baik yang mendistribusikan maupun penyedia jasa percetakan. Ini tujuannya, agar pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan bersama,”tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mimika menyesalkan kondisi pengiriman logistik Pemilu 2019 bercampur dengan barang lainnya di dalam satu kontainer.

“Kami sangat sayangkan dengan kondisi logistik Pemilu. Pasalnya, saat diserahterimakan, kontainer dalam keadaan tidak dalam tersegel. Dan tercampur dengan barang lain, seperti bahan bangunan serta pupuk tanaman,”kata Komisoner Bawaslu Mimika, Budiono di Kantor KPU Mimika, Senin (11/2).

Ia menilai ada kelalaian dari pihak ketiga. Dalam  PT Samudra Agung Papua, yang mengangkut logistik dari Surabaya ke Papua. Ditambah lagi, masih ada beberapa kotak yang belum dikirimkan ke seluruh wilaya Papua, sepeti Asmat, Nduga, dan Puncak.

"Sebenarnya tidak harus seperti itu dan ini sanggat disayangkan. Terlebih ini sudah menyalahi aturan. Karena seharusnya satu kontainer ini membawa logistik surat suara," ujarnya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan