Guru di Nduga Dilaporkan Mengungsi ke Jayawijaya

Guru di Nduga Dilaporkan Mengungsi ke Jayawijaya
Ilustrasi

WAMENA | Sekitar 80-an guru SD, SMP, dan SMA yang mengajar di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua dilaporkan ikut mengungsi bersama para siswanya ke Kabupaten Jayawijaya pascakontak tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata dengan personel TNI/Polri.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari seorang guru Nduga di Jayawijaya, Rabu (12/2) jumlah guru yang mengungsi adalah 80-an orang.

Guru-guru tersebut belum bisa memberikan pernyataan terkait situasi mereka hadapi, karena masih menunggu pernyataan dari pejabat Dinas Pendidikan Nduga.

"Kami belum bisa berikan pernyataan, nanti kepala dinas saja yang kasih komentar," kata seorang guru yang tidak menyebutkan namanya.

Koordinator Tim Relawan Pengungsian Nduga Ence Geong, di Sinakma, Kabupaten Jayawijaya mengatakan staf Dinas Pendidikan Nduga masih mendata keseluruhan guru yang mengungsi.

"Jumlah guru ada 120 menurut data Dinas Pendidikan Nduga. Tetapi yang ditempatkan di sini mereka masih atur. Mereka akan tersebar di 12 kelas, namun masih akan diatur lagi per kelasnya," katanya pula.

Guru-guru yang mengungsi ini sebelumnya mengajar di 10 sekolah dasar, lima sekolah menengah pertama, dan dua sekolah menengah atas di Nduga.

Pada lokasi pembangunan 12 ruang sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi Nduga di Jayawijaya, sejumlah guru yang bukan penduduk lokal Nduga itu selalu hadir untuk mengajar para siswa setempat.

Sekolah darurat sudah mulai berjalan pada 11 Februari, dan jumlah siswa pengungsi yang terdata hingga saat ini adalah 406 orang.

Para siswa itu merasa trauma dengan aktivitas baku tembak serta bunyi tembakan, sehingga lari meninggalkan kampung halaman mereka tanpa membawa peralatan sekolah seperti buku dan pensil.

"Tapi kami bersyukur guru-guru menyumbang, sehingga setiap anak mendapat satu buku dan satu alat tulis," kata Ence.

Informasi terakhir juga menyebutkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Nduga belum mengunjungi sekolah darurat itu, karena masih berada di luar Papua.(Antara/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.