Guru Honorer di Timika Nyaris Bakar Mobil Kadispendasbud

Guru Honorer di Timika Nyaris Bakar Mobil Kadispendasbud
KEMPES-Ban Mobil Kadispendasbud Mimika, Jenni O Usmani dikempeskan oleh guru honor yang melakukan aksi demo di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika. - (Foto : Nya/SP)

TIMIKA | Ratusan guru honorer di Timika, Papua, lagi-lagi menggelar aksi dan nyaris membakar mobil milik Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kadispendasbud) Jeni O Usmany.

Aksi para guru  honorer ini merupakan kesekian kalinya dalam menuntut insentif yang tak kunjung dibayarkan sejak triwulan pertama tahun anggaran 2017.

Kekesalan mereka mulai memuncak setelah merasa diabaikan. Mobil Kadispendasbud yang terparkir di halaman Kantor Dispendasbud, di kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Rabu (16/8/17), nyaris jadi sasaran.

“Kita bakar saja,” teriak guru honorer saat berada didepan mobil bernomor polisi DS 1108 MJ.

Salah satu pendemo mengatakan, sesuai  perjanjian, gembok kantor yang dikunci beberapa waktu lalu seharusnya dibuka setelah ada kesepakatan antara guru honorer dan Kadispendasbud. Akan tetapi saat mereka tiba di Kantor Dispendasbud gemboknya telah terbuka.

“Siapa yang buka kantor itu, dia itu bukan orang di Dispendasbud dia punya hak apa untuk buka,” katanya.

Batal membakar mobil, para guru tersebut justru melakukan pengrusakan terhadap mobil dengan mengempeskan empat buah ban mobil. Tidak hanya itu, mereka juga merampas kunci mobil dari supir yang mengendarai mobil tersebut yang juga merupakan anggota Brigif 1710/IJK.

“Kunci mobil tadi mereka rampas dari saya. Pas saya masuk kedalam mereka langsung kempeskan ban mobil,” tutur sang supir.

Setelah mengempeskan ban mobil, terjadi adu mulut dengan anggota Satpol PP yang kemudian meminta mereka untuk menghentikan aksi yang dilakukan tersebut. Para guru kemudian berjalan ke depan Gedung A Kantor Pusat Pemerintahan. Namun karena tidak ada pejabat yang bisa ditemui, mereka kembali ke halaman Kantor Dispendasbud dan mengumpulkan ban bekas untuk dibakar tepat di depan mobil milik Kadispendasbud.

Dalam waktu bersamaan juga hadir Kabag Ops Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia langsung mengamankan satu buah botol yang berisi bensin dan membubarkan guru honorer. Mereka menanggapinya dengan amarah sehingga kembali terjadi adu mulut antara keduanya.

Kepada Kabag Ops Polres Mimika, guru honorer meminta untuk tidak diintimidasi dengan melarang melakukan aksi unjuk rasa.

Sementara itu Kabag Ops mengatakan, dirinya hanya melakukan pengamanan karena menerima laporan dari pegawai kantor.

“Saya disini untuk lakukan pengamanan karena ini tugas saya, kalau hak kalian itu bukan urusan saya,” tegasnya.

Sampai berita ini dinaikkan, aparat kepolisian dan TNI masih melakukan penjagaan ketat di halaman kantor Dispendasbud. (nft/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.