Banjir Bandang di Tembagapura Hambat Operasi Freeport

Banjir Bandang di Tembagapura Hambat Operasi Freeport
RUSAK-Banjir dan longsor menyebabkan kerusakan di Wilayah Tembagapura - Foto : Istimewa

TIMIKA | Banjir bandang dan tanah longsor di area operasi PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, menyebabkan berbagai kerusakan fasilitas dan menghambat akses ke perusahaan.

Juru Bicara PT Freeport, Riza Pratama menjelaskan, musibah ini menyebabkan kerusakan jalan, jembatan, jalur air, dan sebagian besar pembangkit yang memasok listrik ke Tembagapura dan Hidden Valley.

Bahkan Riza menginformasikan bahwa jalur konsentrat terkena imbas tanah longsor. Pengolahan hanya dapat beroperasi sampai di tangki penyimpanan penuh, hingga jalur konsentrat tersebut diperbaiki.

“Namun operasi tambang tetap berjalan, karena Ridge Camp dan area di atasnya tidak terkena dampak banjir. Pabrik Pengolahan/Mill akan terus berjalan untuk saat ini,” kata Riza saat dikonfirmasi Seputar Papua, Rabu (16/8/17) siang.

Sementara itu, satu dari dua karyawan Puncak Jaya Power (PJP) yang berada di sekitar pembangkit listrik saat tanah longsor melanda, kini masih belum diketahui keberadaannya. Petugas penyelamat terus melakukan proses pencarian.

“Kami juga mendampingi masyarakat lokal untuk mengatasi situasi di area tinggalnya, serta akan memberikan bantuan jika diperlukan,” tuturnya.

Musibah longsor dan banjir lumpur yang melanda area Tembagapura pasca hujan lebat melanda wilayah itu, Selasa (15/8/17) malam. Akses di sejumlah titik terhalang. Dilaporkan, kendaraan besar belum bisa tembus ke Tembagapura.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon saat dikonfirmasi Rabu (16/8/17) pagi mengatakan, akses jalan di sekitar Mile Point (MP) 58 sementara dilakukan pembersihan bekas longsoran.

“Tapi untuk kendaraan besar seperti truk trailer belum bisa melintas. Hanya kendaraan kecil yang membawa barang-barang kesehatan dan logistik untuk warga di Tembagapura,” kata Kapolres.

Sedangkan akses jalan menuju Kampung Banti dan sekitarnya hingga kini masih tertutup tanah longsor. Pihak perusahaan berupaya melakukan pembersihan untuk membuka akses penghubung ke wilayah perkampungan warga.

Selain itu, kepolisian setempat bersama aparat TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Amole pengamanan objek vital PT Freeport kini melakukan inventarisir kerugian materil maupun kemungkinan korban jiwa. (rum/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.